Kenali Apa Itu Kanker Mata, Penyebab dan Ciri-cirinya
Lebih Jauh – Kanker mata adalah jenis kanker yang
menyerang bagian dalam (kanker intraokular)
maupun bagian luar mata (kelopak mata). Kanker tersebut bisa menyerang satu
maupun kedua mata dengan cara ber-metastasis
melalui saraf penglihatan ke kantung mata dan otak. Awalnya, kemunculan
kanker mata tidak dirasakan penderita. Tapi, lama-kelamaan akan membuat mata
kehilangan fungsinya.
Kanker mata termasuk kasus kanker yang jarang ditemukan, kadang terjadi karena penyebaran sel-sel kanker dari organ tubuh lain. Kanker tersebut bisa menyerang berbagai kalangan usia, tapi kasus kanker mata pada balita lah yang paling sering ditemukan. Bahkan, setiap tahun ada 200 anak yang terserang kanker mata menurut American Cancer Society.
Terdapat beberapa jenis kanker mata, yakni retinoblastoma (muncul pada retina mata) yang kerap terjadi pada anak-anak, melanoma dan limfoma (kanker intraokular) yang sering diderita orang dewasa dan kanker mata jenis lainnya, yaitu sarkoma kaposi dan squamous. Namun, pembahasan utama kali ini adalah kanker mata melanoma.
Penyebab Kanker Mata
Pertumbuhan sel-sel
abnormal yang mengalami mutasi diketahui merupakan penyebab kanker mata. Akan
tetapi, faktor yang menyebabkan terjadinya proses mutasi tersebut belum
diketahui. Para ahli menduga ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko
kanker mata pada seseorang, di antaranya:
- Faktor usia, resiko kanker mata akan meningkat sejalan dengan bertambahnya usia seseorang
- Kelainan keturunan, seperti kelainan kulit yang membentuk tahi lalat di beberapa daerah tubuh. Kelainan tersebut biasanya dapat berkembang menjadi melanoma di kulit dan mata.
- Warna mata, yang terang seperti abu-abu, hijau atau biru beresiko lebih besar terkena kanker mata.
- Sering terpajan sinat matahari dan UV, namun masih diteliti mengingat jarang sekali kasus kanker mata yang disebabkan oleh sinar UV. Untuk jaga-jaga, pembaca dapat menggunakan kacamata hitam pekat untuk menghalangi sinar UV.
Ciri-ciri Kanker Mata
- Munculnya bintik-bintik hitam pada iris mata, atau lapisan pelangi yang terletak di sekitar pupil mata, yaitu organ berwarna hitam di tengah-tengah mata yang bisa mengecil dan membesar tergantung cahaya yang masuk. Bintik hitam tersebut akan menghalangi penglihatan dan membuatnya tidak berfungsi lagi. Hal itu ditandai dengan adanya sesuatu yang mengambang pada mata, susah memfokuskan pandangan dan sebagainya.
- Berubahnya bentuk pupil atau jaringan pada mata
- Pupil berubah warna menjadi putih, akibat pigmen pada salah satu mata telah dirubah oleh sel kanker.
- Warna iris di kedua mata berbeda
- Strabismus atau mata juling atau melotot, karena bola mata menjadi sasaran sel-sel kanker untuk membentuk jaringannya.
- Bola mata tidak dapat digerakkan dengan leluasa
- Mata memerah dan nyeri, mengakibatkan penderita sakit kepala atau pusing seperti ditusuk-tusuk.
- Air mata keluar secara tiba-tiba
- Salah satu mata membengkak
- Terdapat benjolan yang semakin besar pada kelopak atau bola mata, akibat adanya tumor ganas.
- Pandangan kabur atau mengambang dan tidak fokus
- Adanya garis atau bintik-bintik (floaters) yang menghalangi penglihatan
- Penderita sering merasa silau ketika melihat cahaya
Apabila pembaca
menemukan ciri-ciri kanker mata di atas yang muncul secara tiba-tiba, sebaiknya
segera konsultasi ke dokter. Karena sel-sel kanker yang terdeteksi sejak awal
akan memudahkan proses penyembuhan penderita. Jika penanganan terlambat,
peluang penderita mengalami komplikasi (kebutaan, glaukoma dan penyebaran sel-sel kanker ke seluruh tubuh) akan
semakin besar. Komplikasi tersebut akan mengakibatkan penderita kehilangan
fungsi penglihatan utama dan penglihatan tepi secara permanen, tergantung ukuran
tumor yang menyerang.
Cara Mendiagnosis Kanker Mata
Saat melakukan
diagnosis, penderita akan ditanyai gejala dan riwayat penyakit yang pernah
dialami oleh dokter ahli mata. Pemeriksaan lebih lanjut yang ada di bawah ini
dilakukan untuk memastikan diagnosis tersebut:
- Pemeriksaan mata, seperti biomikroskopi dan optalmoskopi untuk mengecek kondisi mata penderita
- USG mata
- Angiogram, pemeriksaan pembuluh darah di dalam dan sekitar tumor mata
- Biopsi, pengambilan contoh sel atau jaringan yang dicurigai kanker untuk diteliti lebih jauh
- Pemeriksaan lainnya, tes darah, MRI-scan, CT-scan dan USG perut akan dianjurkan dokter untuk mengetahui penyebaran kanker.
Pengobatan Kanker Mata Yang Disarankan Dokter
Setiap penderita
kanker mata akan mendapatkan penanganan yang berbeda-beda dari dokter,
disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, jenis kanker mata, ukuran tumor
yang muncul serta tingkat penyebarannya. Beberapa pilihan pengobatan yang
disarankan dokter adalah:
- Operasi, pengangkatan tumor atau seluruh bola mata. Bahkan, beberapa sel sehat di sekitar tumor pun turut diangkat. Hal itu bertujuan untuk menghambat perkembangan dan penyebaran kanker. Setelah operasi, biasanya dokter akan menganjurkan kemoterapi atau radioterapi pada penderita.
- Radioterapi, untuk memusnahkan sel-sel kanker mata hingga habis dan mencegah penyebarannya.
- Kemoterapi, dilakukan setelah penderita menjalani operasi dan radioterapi.
- Terapi laser, dengan sinar infrared.
Sebelum penderita
menjalani pengobatan, dokter akan
mengecek kesehatannya dulu. Jika kanker mata tidak mengakibatkan penderita
kehilangan fungsi penglihatan secara keseluruhan, pengobatan yang dilakukan
hanya untuk memusnahkan sel kanker. Akan tetapi, jika sudah sangat parah dokter
akan mengangkat mata hingga saraf optik penderita. Terkadang dokter
menggabungkan beberapa pengobatan untuk mendapat hasil yang baik.
Kesimpulannya, banyak faktor yang mempengaruhi besar-kecilnya resiko kanker mata pada seseorang. Faktor-faktor tersebut adalah faktor keturunan, seringnya terkena sinar matahari, kekurangan gizi dan unsur pigmen di tepi kelopak mata. Untuk menurunkan resiko terkena kanker mata, sebaiknya pembaca memperhatikan asupan gizi dan menghindari kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik untuk mata. Segera periksakan apabila pembaca mengalami gejala-gejala kanker mata, karena kalau dibiarkan akan menyebar ke organ tubuh lainnya dan menyebabkan kematian.

0 komentar:
Posting Komentar