Mengenal Apa Itu Kanker Laring, Ciri-ciri dan Cara
Diagnosisnya – Kanker laring merupakan jenis kanker
yang tumbuh di laring atau kotak suara, yaitu bagian tenggorokan yang berfungsi
untuk membantu manusia bernafas, berbicara dan menghalangi makanan masuk ke
paru-paru ketika proses menelan. Pemicu kanker laring adalah pertumbuhan
sel-sel yang tidak terkontrol, namun belum diketahui penyebab mutasi sel
tersebut. Hampir semua kanker laring berkembang di sel-sel skuamosa pada dinding laring bagian dalam.
Kanker laring bisa
menimpa siapa saja, namun umumnya pria dan lansia beresiko lebih besar menderita
penyakit tersebut. Kanker laring paling sering ditemukan pada perokok aktif.
Penyakit ini ditandai dengan adanya benjolan tumor yang bersifat ganas pada
bagian tenggorokan. Tumor laring menyebabkan sakit tenggorokan dan batuk yang
tak kunjung sembuh, hingga penderita dapat mengalami kebisuan.
Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Laring
Penyebab kanker
laring secara pasti memang belum diketahui, akan tetapi terdapat berbagai
faktor yang memperbesar resikonya terhadap seseorang, yaitu:
- Faktor usia, kanker laring umumnya diderita orang yang berusia 60 tahun ke atas.
- Faktor jenis kelamin, pria lebih rentan terkena kanker laring dibanding wanita. Hal itu berkaitan dengan kebiasaan merokok serta minum minuman keras yang berlebihan. Namun, tidak menutup kemungkinan kaum wanita terserang kanker laring, mengingat saat ini tidak hanya pria yang melakukan kebiasaan buruk tersebut.
- Keturunan, anggota keluarga memiliki riwayat penyakit kanker di bagian leher atau kepala.
- Terpapar zat kimia, seperti debu asbes dalam waktu yang cukup lama.
Apa Saja Ciri-ciri Kanker Laring Paling Umum?
Ciri-ciri kanker
laring memang bermacam-macam, tergantung letak dan ukuran tumornya. Berikut ini
adalah ciri-ciri yang umumnya dialami penderita dan cukup jelas untuk
diidentifikasi:
- Batuk yang berkelanjutan
- Bau mulut
- Nafas mengi
- Tenggorokan seperti terganjal sesuatu
- Tenggorokan sakit, sehingga penderita akan kesulitan bahkan sakit untuk menelan makanan
- Suara berubah, misalkan menjadi sengau atau serak dan hilang sama sekali bila sudah terjadi selama 3 minggu. Hal itu disebabkan oleh sel-sel kanker yang telah mendekati pita suara.
- Adanya benjolan pada leher
- Telinga terasa sakit
- Kelelahan, meskipun tidak melakukan kegiatan yang berat.
Ciri-ciri kanker
laring di atas memang hampir sama dengan gejala penyakit biasa, sehingga banyak
orang yang menyepelekannya. Akan lebih baik bila penderita memeriksakan gejala
kanker laring se-awal mungkin supaya kemungkinan untuk sembuh total semakin
besar.
Bagaimana Mendiagnosis Kanker Laring?
Hal pertama yang
dilakukan dokter ketika akan mendiagnosis kanker laring adalah menanyai gejala
dan riwayat kesehatan penderita. Kemudian, dokter akan memeriksa kondisi fisik
leher luar-dalam dan bagian-bagian di sekitarnya. Jika dokter mencurigai adanya
pertumbuhan sel-sel kanker di laring penderita, beberapa pemeriksaan ini
mungkin akan dianjurkannya untuk memastikan diagnosis:
- Endoskopi atau laringoskopi
- Biopsi, pengambilan jaringan yang diduga kanker untuk diperiksa lebih lanjut
- USG atau X-ray, untuk menunjukkan seluruh bagian laring.
- CT, PET-scan, CT-scan dan MRI, dilakukan untuk mengetahui penyebaran kanker. Tapi, pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dijalani penderita apabila kanker telah memasuki stadium lanjut dan menyebar ke kelenjar getah bening.
- Ultrasonic tomography, biasanya dilakukan setelah penderita menjalani radioterapi. Ultrasonic tomography berguna untuk menentukan ukuran, letak dan hubungan tumor dengan sel-sel di sekitarnya.
Dengan melakukan
pemeriksaan, dokter juga akan mengetahui stadium atau tahapan kanker penderita.
Tahapan tersebut ditentukan dari ukuran tumor, nodus limfa yang diserang dan penyebaran kanker.

0 komentar:
Posting Komentar