Jenis-jenis Kanker Vagina
Kanker vagina primer dan sekunder masih dapat dibagi menjadi beberapa jenis lagi menurut jenis sel kanker, yakni :
- Adenokarsinoma, tumbuh di vagina dan dialami wanita yang berusia 12-30 tahun.
- Karsinoma sel skuamosa, dialami wanita yang lanjut usia (60-80 tahun). Sel-sel kanker berada di rongga vagina dan berbentuk mirip kutil.
- Melanoma maligna, kanker yang ditemukan pada vagina bagian bawah
- Sarkoma, dialami wanita yang berusia 50 tahun lebih, namun kemungkinan kasusnya hanya 2-3%. Sel-sel kanker vagina sarkoma umumnya tumbuh dalam dinding vagina.
Apa Saja Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Vagina
Selain mutasi sel-sel abnormal, kanker vagina juga disebabkan oleh infeksi Human papilloma virus (HPV) dan Human immunodeficiency virus (HIV). Penularan kedua virus tersebut seringkali terjadi saat penderita berhubungan intim dengan pasangan yang berbeda-beda. Akan tetapi, masih ada beberapa penyebab serta faktor-faktor yang memberbesar resiko kanker vagina pada seseorang, yakni:
- Memiliki riwayat penyakit kanker di sistem reproduksi
- Merokok
- Terkena asap rokok atau polusi udara
- Melakukan hubungan seksual pertama kali di usia muda
- Terdapat sel abnormal pada vagina
- Pernah menjalani pengobatan kanker
Faktor resiko kanker vagina bisa diturunkan dengan
cara menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok dan bergonta-ganti
partner seksual. Selain itu, diperlukan kewaspadaan apabila faktor resiko
tersebut dibarengi dengan munculnya gejala-gejala kanker vagina.
Ciri-ciri Kanker Vagina Lengkap
Kanker vagina bisa menyebabkan lapisan vagina rusak, sehingga dapat memicu pendarahan, infeksi hingga luka. Dengan adanya kerusakan tersebut, fungsi vagina akan terganggu dan mengakibatkan penderita merasa nyeri ketika buang air kecil (berkemih). Selain itu, terdapat beberapa gejala lain yang diakibatkan oleh rusaknya lapisan vagina, di antaranya:
- Vagina terasa gatal
- Muncul benjolan pada vagina
- Frekuensi buang air kecil bertambah
- Air kencing keluar disertai darah
- Keluarnya cairan keputihan yang bercampur darah. Cairan tersebut umumnya berbau.
- Pendarahan yang terjadi di luar siklus haid, seperti saat wanita telah mengalami menopause
- Vagina sakit saat penderita melakukan hubungan intim. Rasa sakit tersebut bisa disertai pendarahan.
- Sembelit atau konstipasi
- Rongga panggul terasa nyeri dan sakit
- Benjolan pada kaki disertai rasa nyeri
Ciri-ciri kanker vagina di atas tidak boleh
disepelekan mengingat terjadi pada organ wanita yang paling penting. Maka,
apabila pembaca mengalaminya segera temui dokter untuk mendapatkan diagnosis
dan perawatan lebih lanjut.
Metode Diagnosis Kanker Vagina
Rangkaian proses diagnosis kanker vagina adalah mengajukan beberapa pertanyaan pada penderita, melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainnya. Pertanyaan umum yang diajukan dokter dalam mendiagnosis kanker vagina adalah gejala dan riwayat penyakit penderita. Setelah mendapatkan jawabannya, dokter akan memastikan ada-tidaknya benjolan yang tumbuh secara abnormal melalui pemeriksaan fisik vagina (bagian luar maupun dalam). Kemudian, pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan di bawah ini mungkin harus dijalani penderita:
- Tes darah, memeriksa infeksi yang terjadi pada vagina
- Kolposkopi, dengan suatu alat pembesar untuk melihat vagina secara detail. Langkah biopsi (pengambilan sampel sel) diperlukan apabila terdapat jaringan yang mencurigakan.
- Tes pencitraan, seperti X-ray, CT-scan, MRI-scan dan PET-scan untuk melihat sejauh mana perkembangan serta penyebaran sel-sel kanker.
- Tes dengan kamera kecil, yang dimasukkan ke dalam tubuh. Fungsinya sama dengan tes pencitraan, yaitu mengetahui perkembangan dan penyebaran kanker.
Langkah berikutnya adalah menggolongkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker yang dialami penderita dalam sebuah tahapan atau stadium. Stadium kanker vagina tersebut ditentukan berdasarkan hasil tes pencitraan dan kamera. Tahapannya sebagai berikut:
- Stadium 1, sel-sel kanker masih berada di dinding vagina.
- Stadium 2, sel-sel kanker mulai menyebar ke jaringan di dekatnya
- Stadium 3, kanker menginvasi bagian panggul dan mungkin keberadaannya telah terdeteksi di kelenjar getah bening sekitar.
- Stadium 4a, organ di sekitarnya, yaitu rektum atau kandung kemih telah diserang kanker.
- Stadium 4b, penyebaran kanker telah sampai di organ-organ yang jauh dari vagina, misalnya paru-paru.
Langkah-langkah
Pengobatan Kanker Vagina
Penanganan terhadap kanker vagina dilakukan berdasarkan letak, perkembangan dan penyebaran kanker serta kondisi kesehatan penderita. Ada bermacam-macam pengobatan yang umumnya disarankan dokter, yakni:
- Radioterapi, membunuh sel-sel kanker dengan radiasi tingkat tinggi. Radioterapi terbagi menjadi dua jenis metode:
- Radioterapi internal, memasukkan alat kecil ke
dalam vagina.
- Radioterapi eksternal, sinar-X bertenaga tinggi
dipancarkan melalui mesin radioterapi ke panggul dan vagina
Radioterapi memiliki efek samping
berupa, mudah lelah, nyeri ketika berkemih, penyempitan vagina, ketidaksuburan,
gairah seksual menurun, keputihan, diare, kulit memerah dan sejenisnya.
- Kemoterapi, melenyapkan sel-sel kanker dengan obat-obatan serta meredakan gejala kanker vagina yang tak kunjung sembuh. Kemoterapi kadang digabungkan dengan pengobatan radioterapi. Seperti radioterapi, penderita mungkin juga akan mengalami efek samping setelah menjalani kemoterapi, yaitu: kelelahan, diare, mudah terkena infeksi dan rambut rontok.
- Pelvic exenteration, pengangkatan vagina, rektum, kandung kemih dan jaringan lain di sekitarnya secara keseluruhan.
- Vaginektomi parsial, operasi pengangkatan vagina bagian atas. Penderita dapat melakukan hubungan seksual setelah masa pemulihan.
- Vaginektomi radikal, vagina beserta kelenjar getah bening panggul diangkat secara keseluruhan. Penderita dapat melakukan hubungan seksual (tapi harus memakai pelumas) setelah sembuh dari operasi.
- Vaginektomi dan histerektomi radikal, operasi pengangkatan keseluruhan vagina beserta tuba falopi, indung telur, rahim dan kelenjar getah bening pada panggul.
Mengingat jumlah pengidap kanker vagina lebih sedikit
dari kanker jenis lainnya, dokter kadang menyarankan penderita untuk mengikuti
program uji klinis untuk menemukan solusi terbaik dalam mengatasi penyakit ini.
Sebenarnya, belum ada cara yang pasti untuk menangkal kanker vagina. Tindakan pencegahan yang ada hanya bertujuan untuk mengurangi faktor resiko penyakit tersebut, seperti menghindari rokok, melakukan vaksinasi HPV dan menjalani pemeriksaan panggul serta pap smear secara rutin. Prognosis kanker vagina sendiri tergantung seberapa jauh perkembangan kanker ketika terdiagnosis. Maka dari itu, bila pembaca mengalami gejala-gejala kanker vagina sebaiknya segera menemui dokter untuk dilakukan diagnosa supaya kanker terdeteksi sejak awal.

0 komentar:
Posting Komentar