Apa Itu Kanker Otak ??

Posted by

Mengetahui Apa Itu Kanker Otak dan Ciri-cirinya Dengan Jelas – Kanker otak adalah penyakit yang disebabkan oleh penurunan atau pertumbuhan DNA pada otak yang tidak wajar (melebihi batas). Radiasi dari sinyal-sinyal handphone atau komputer serta pola makan yang tidak sehat bisa memicu tumbuhnya sel-sel kanker pada otak yang menjadi penyebab penurunan dan pertumbuhan DNA tersebut.

Kanker otak sering disamakan dengan tumor otak, namun sebenarnya kedua penyakit itu memiliki kondisi yang berbeda. Tumor otak adalah massa jaringan yang terbentuk dari pertumbuhan sel-sel otak secara tidak wajar atau tidak terkontrol (abnormal). Sementara kanker otak merupakan pertumbuhan sel-sel pada otak yang sifatnya abnormal dan ganas, karena bisa menyebar lebih cepat dibanding tumor otak.

Tumor otak bisa berkembang dari saraf yang keluar dan masuk ke otak, sel penyusun jaringan otak dan selaput pelindung otak serta meninges (saraf tulang belakang). Berdasarkan pertumbuhannya, tumor dapat dibagi menjadi dua, yakni malignant tumor (tumor ganas) dan benign tumor (tumor jinak). Tumor otak ganas sering disebut kanker. Namun, kemungkinan tumor otak jinak berubah menjadi tumor otak ganas sangat kecil, kecuali pada tumor yang sudah besar dan terlalu lama.

Tumor otak dibagi menjadi: tumor otak primer (tumbuh dari sel otak itu sendiri) dan tumor otak sekunder (diakibatkan oleh kanker pada anggota tubuh lainnya yang meluas ke otak) berdasarkan asalnya. Kanker otak sekunder adalah kasus yang paling banyak terjadi, dimana kanker pada organ tubuh lain menyebar ke otak dan berkembang di sana.

Ciri-ciri dan Gejala Kanker Otak Stadium 1, 2, 3 dan 4



Bila dilihat dari tingkat pertumbuhan, perkembangan dan penyebarannya tumor otak dibagi ke dalam empat tingkatan, yakni: Stadium 1-2 yang bersifat jinak dan stadium 3-4 yang umumnya bersifat ganas dan disebut kanker. Pada tiap tingkatan, gejala penyakit tumor otak bervariasi antara penderita satu dengan lainnya, tergantung ukuran serta bagian otak yang terserang. Tumor tersebut dapat membuat bagian otak yang terserang kehilangan fungsinya dan menekan jaringan otak yang menyebabkan sakit kepala hingga kejang-kejang. Beberapa gejala tumor otak yang umum dialami penderita adalah mudah mengantuk, lelah berlebihan, penglihatan terganggu, muntah-muntah serta gangguan berbicara dan berjalan.

Kanker Otak Stadium 1

Penderita kanker otak stadium pertama nyaris tidak pernah ditemukan, karena biasanya gejala-gejala yang ditimbulkan tidak begitu jelas sehingga mereka tidak bisa merasakannya. Penderita akan mulai merasakan sakit ketika sudah memasuki stadium dua.

Kanker Otak Stadium 2

Ciri-ciri kanker otak stadium 2 memang belum terlalu jelas, namun tidak bisa diremehkan. Penderita yang divonis terkena kanker otak stadium 2 biasanya mengalami rasa lelah yang amat sangat, meski tidak melakukan aktifitas yang terlalu berat. Hal itu dikarenakan kurang lancarnya suplai oksigen ke otak. Penderita juga sering drop dan pingsan apabila merasa sangat lelah.

Kanker Otak Stadium 3

Gejala yang ditimbulkan kanker otak stadium 3 sudah mulai kentara. Umumnya, penderita akan merasakan sakit kepala yang tidak biasa dan berkelanjutan serta dibarengi dengan keluarnya darah dari hidung (mimisan) secara tiba-tiba. Tidak ada gejala yang dirasakan ketika mimisan, karena darah mengalir begitu saja saat penderita memiliki beban pikiran yang amat berat. Tidak hanya itu, ketika sudah sampai pada stadium ini penderita akan merasakan tangan dan kaki sulit digerakkan serta mudah jatuh ketika berjalan. Hal itu dikarenakan adanya gangguan pada keseimbangan tubuh.

Ciri-ciri kanker otak stadium 3 dapat dilihat ketika ada seseorang yang dulunya cukup ceria, aktif dan memiliki daya ingat yang baik berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda. Gangguan pada otak akan berpengaruh pada daya pikir penderita, sehingga ia mengalami tekanan yang berlebihan (depresi). Penderita bisa kehilangan kemampuan daya ingat dan respon yang mengakibatkan amnesia atau alzheimer.

Kanker Otak Stadium 4

Ketika sel-sel kanker sudah menggerogoti tubuh penderita hingga stadium akhir, kemungkinan harapan hidup mereka sangat tipis. Di stadium akhir, penderita akan mengalami gangguan pada indera penglihatan (sebuah objek yang dilihat menjadi double atau ganda), penciuman dan pendengaran. Maka, kemoterapi harus dijalani secara rutin agar sel kanker tidak menyebabkan gangguan-gangguan yang dialami semakin parah (kebutaan, ketulian dan kelumpuhan).

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 04.47

0 komentar:

Posting Komentar