Cara mendeteksi kanker rahim - Sebenarnya,
mendeteksi adanya hal-hal yang tidak beres
pada rahim wanita tidaklah sulit. Bila terdapat ciri-ciri yang tidak
normal, seperti darah keluar dari vagina secara terus menerus, sebaiknya segera
periksakan ke dokter. Kemudian, dokter akan melakukan diagnosa berikut untuk
memastikan adanya sel-sel kanker pada rahim:
- Tes biopsi, untuk mengambil contoh sel-sel dari dinding rahim yang akan diperiksa di bawah mikroskop. Biopsi bisa dilakukan melalui tiga cara, yakni kuret, jarum halus dan hitereskopi.
- Tes USG transvaginal, untuk melihat adanya perubahan pada ketebalan dinding rahim yang disebabkan oleh sel-sel kanker.
Rontgen dada, tes
darah, CT-scan dan MRI-scan adalah
pemeriksaan tahap lanjutan terhadap penderita yang telah terdiagnosis mengidap
kanker rahim. Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
perkembangan kanker rahim (stadium) dalam tubuh. Terdapat empat stadium pada
kanker rahim yang meliputi:
- Stadium 1, kanker masih berada dalam rahim, belum menyebar ke organ-organ lainnya.
- Stadium 2, kanker telah menyebar ke serviks atau leher rahim.
- Stadium 3, pada tahap ini kanker telah menyebar serta menyerang bagian di luar rahim, seperti jaringan di sekitar panggul/noda limfa.
- Stadium 4, penyebaran kanker sudah semakin luas, yakni ke jaringan perut dan organ lainnya, seperti usus besar, kandung kemih, paru-paru dan hati.
Masyarakat awam
masih banyak yang belum mengetahui apa itu kanker rahim, karena kurangnya
sosialisasi atau kesadaran untuk mencari informasi tentang penyakit tersebut.
Seharusnya, penyebab dan ciri-ciri kanker rahim dipahami sejak dini oleh setiap
wanita, mengingat penyakit ini adalah salah satu pembunuh wanita terbesar. Bila
ditangani sejak awal, resiko kematian akibat kanker rahim dapat diminimalisir.
Ciri - Ciri Kanker Rahim
Untuk menghindari
atau memperkecil resiko penyakit kanker rahim, pembaca harus mengetahui
ciri-ciri kanker rahim di bawah ini dengan baik:
- Pendarahan abnormal, yang terjadi pada organ kewanitaan di luar siklus haid atau setelah menopause. Darah tersebut dapat keluar secara terus menerus, bahkan hingga sebulan lebih.
- Nyeri pada panggul, saat tidak sedang haid yang berlangsung selama berjam-jam.
- Rasa nyeri pada kandung kemih, yang dialami penderita saat sedang buang air kecil. Ini merupakan pertanda sel-sel kanker telah menyebar dan menyerang bagian kandung kemih.
- Keputihan berlebihan, yang berlendir dan baunya sangat tidak enak.
- Leher rahim iritasi, ketika melakukan hubungan seksual dengan pasangan. Bahkan, iritasi tersebut dapat mengakibatkan pendarahan.
- Adanya benjolan pada perut bagian bawah, bisa jadi merupakan tumor yang mulai berkembang dan harus diwaspadai betul.
- Berat badan menurun, kerap dialami penderita kanker, tak terkecuali kanker rahim. Hal itu disebabkan oleh nafsu makan yang berkurang seiring dengan rasa sakit yang dialami penderita.
- Mudah lelah, padahal tidak melakukan kegiatan yang berat.
Setiap wanita
mungkin saja mendapatkan ciri-ciri kanker rahim yang berbeda-beda, namun
apabila salah satunya dirasakan, lebih baik langsung berkonsultasi ke dokter
agar dilakukan pemeriksaan dan pengobatan dengan segera.

0 komentar:
Posting Komentar