Apa Itu Kanker Serviks atau Kanker Rahim ??

Posted by

Mengetahui Apa Itu Kanker Rahim, dan Penyebabnya – Kanker rahim adalah istilah penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita, yaitu rahim. Penyakit ini juga disebut kanker endometrium karena tumbuh dan menyerang sel-sel pembentuk dinding rahim (endometrium). Gejala awal kanker rahim adalah pendarahan pada vagina, meskipun tidak semuanya disebabkan oleh penyakit tersebut. Yang perlu diwaspadai adalah bila mengalami pendarahan di luar siklus haid (belum menopause) dan pendarahan terjadi ketika sudah menopause.

Kanker rahim berada di peringkat ke-6 dunia sebagai penyakit kanker yang kerap terjadi pada wanita. Bahkan, di tahun 2012 lalu kanker rahim telah menyerang kurang lebih 320.000 wanita. Sementara di Indonesia, kanker rahim tidak masuk sepuluh besar jenis kanker yang menyerang wanita. Hanya ada 17.500 wanita Indonesia yang terserang kanker rahim di tahun 2012.

Pengobatan yang disarankan bagi penderita kanker rahim adalah histerektomi atau pengangkatan rahim. Namun, langkah ini sangat bergantung pada stadium penyakit dan kondisi kesehatan penderita. Beberapa pengobatan yang juga dapat memusnahkan sel-sel kanker dan mencegah penyebarannya adalah kemoterapi, radioterapi dan terapi hormon.

Penyebab Kanker Rahim Paling Lazim

Hal-hal yang menjadi penyebab kanker rahim memang belum diketahui dengan pasti, namun faktor utama yang bisa meningkatkan resikonya adalah ketidakstabilan hormon tubuh, terutama estrogen. Apabila kadar hormon estrogen pada tubuh tinggi, resiko kanker rahim semakin besar. Faktor lain yang membuat hormon tidak stabil dan menjadi penyebab kanker rahim, yaitu: 
  1. Pajanan (hal-hal yang menimbulkan resiko penularan) terhadap estrogen, bila semakin tinggi tingkatnya, membuat resiko kanker rahim menjadi semakin besar. Ketika wanita sudah mengalami menopause, produksi hormon estrogen tetap berjalan (walau ada penurunan) meskipun produksi hormon progesteron telah berhenti. Karena tidak diimbangi progesteron, kadar hormon estrogen bisa meningkat. Itulah yang mengakibatkan resiko kanker rahim pada wanita yang telah menopause (terutama yang mengalami keterlambatan menopause) lebih tinggi. Begitu pula dengan wanita yang mulai haid di usia lebih muda, karena ketika itu pajanan estrogen terhadap tubuh mereka lebih lama dibanding yang memulai haid terlambat.
  2. Melakukan terapi pergantian hormon, pada wanita yang telah menjalani pengangkatan rahim memang sah-sah saja, namun bila rahim masih ada, terapi hormon harus merupakan kombinasi progesteron dan estrogen. 
  3. Wanita yang belum pernah hamil, beresiko tinggi terkena kanker rahim. Karena hanya wanita yang sedang hamillah yang memiliki kadar progesteron lebih tinggi dibanding estrogennya. 
  4. Wanita yang mengalami obesitas, beresiko dua kali lebih besar terkena kanker rahim. Sebab, jaringan lemak pada wanita yang kelebihan berat badan bisa memproduksi hormon estrogen, bahkan lebih tinggi. 
  5. Syndrom ovarium polisistik, mengakibatkan tubuh terpajan kadar estrogen yang cukup tinggi, sehingga memperbesar resiko kanker rahim. 
  6. Konsumsi tamoksifen yang berlebihan, meningkatkan resiko kanker rahim bagi wanita. 
  7. Penderita diabetes tipe 2, lebih beresiko terkena kanker rahim.
  8. Infeksi human papilloma virus pada organ kewanitaan, yang menular lewat cairan, sentuhan kulit dan media lain yang digunakan wanita terinfeksi HPV sebelumnya (seperti WC umum). 
  9. Pola hidup yang kurang baik, bisa memicu kanker rahim pada wanita, seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin C dan E serta asam folat,
Sebaiknya kita harus mulai menjalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi untuk mencegah kanker serviks menjangkiti diri kita.

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 06.58

0 komentar:

Posting Komentar