Pemeriksaan, Penanganan dan Pencegahan Kanker Payudara

Posted by

Pemeriksaan Kanker Payudara

SADARI (periksa payudara sendiri) adalah salah satu langkah pencegahan yang harus dilakukan setiap wanita. SADARI dipelopori oleh Yappika, sebuah organisasi nirlaba yang berdiri dari tahun 1991, sejak tahun 2007. Sebaiknya lakukan pemeriksaan medis guna mencegah penyebaran sel-sel kanker lebih luas dan mengurangi resiko kematian karena kanker payudara. Kesempatan untuk sembuh total akan dirasakan penderita apabila sel-sel kanker terdeteksi sejak awal. Penderita juga tidak membutuhkan kemoterapi atau mastektomi.

Untuk mendeteksi sel kanker payudara, dokter akan menganjurkan penderita melakukan mamografi. Mamografi dilakukan pada: wanita yang berusia <50 tahun (3 tahun sekali), wanita yang berusia 50-70 tahun (3 tahun sekali) dan wanita yang berusia di atas 70 tahun (3-5 tahun sekali). Sedangkan untuk wanita yang memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara atau kanker ovarium, sehingga mengakibatkan ia beresiko lebih tinggi terkena kanker payudara bisa menjalani MRI-scan atau mamografi tahunan (sebelum usianya mencapai 50 tahun).

Jangan khawatir bila pembaca memiliki payudara padat, karena MRI-scan bisa mendeteksi dan melaporkannya dengan akurat. Langkah lain yang bisa dipilih adalah pemeriksaan genetika melalui tes darah. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencari mutasi TP53, BRCA1 dan BRCA2, apabila pembaca memiliki salah satu gen yang disebutkan kemungkinan resiko kanker payudara semakin tinggi.

Penanganan Kanker Payudara

Ada tiga cara untuk menangani kanker payudara, yakni operasi, radioterapi dan kemoterapi. Untuk beberapa kasus, terapi biologis atau hormon bisa mengobati kanker payudara. Secara klinis, kanker payudara dapat ditangani dengan obat-obatan seperti raloksifen dan tamoksifen (untuk wanita yang beresiko tinggi). Wanita yang telah mengalami menopause (tidak haid lagi) masih bisa mengkonsumsi kedua obat tersebut. Sementara yang belum menopause dapat meminum tamoksifen saja.

Namun, raloksifen dan tamoksifen  kurang cocok dikonsumsi oleh orang yang pernah atau beresiko mengalami kanker rahim/penggumpalan darah. Wanita yang sedang program hamil tidak diperbolehkan mengkonsumsi tamoksifen, karena bisa mengganggu perkembangan janin. Begitu pula untuk yang akan menjalani operasi, konsumsi tamoksifen harus dihentikan setidaknya 6 minggu pra-operasi, agar resiko penggumpalan darah bisa dicegah.

Pengobatan lain yang bisa dipilih untuk mengurangi resiko kanker payudara karena riwayat keturunan adalah pengangkatan payudara (mastektomi). Resiko kanker payudara yang diturunkan lewat operasi mastektomi bisa sampai 90%, namun penderita akan mengalami resiko komplikasi setelah menjalani pengobatan tersebut. Mastektomi juga akan menurunkan kepercayaan diri penderita, karena cacat/tidak mempunyai payudara. Meskipun begitu, rekonstruksi atau penggunaan payudara palsu yang diletakkan dalam bra dapat menjadi solusi yang baik.

Bagaimana Mencegah Berkembangnya Sel Kanker Payudara?

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko kanker payudara adalah: 

  1. Menjalankan gaya hidup sehat  
  2. Mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung banyak gizi, seperti buah-buahan dan sayuran
  3. Berolahraga secara rutin, meskipun hanya jalan-jalan atau bersepeda ringan 
  4. Mengurangi makanan berlemak atau yang diolah dengan cara digoreng 
  5. Hindari merokok dan konsumsi minuman keras/beralkohol
Ibu yang menyusui anak menurut penelitian beresiko lebih kecil terkena kanker payudara. Tingkat estrogennya tetap stabil, kemungkinan karena masa ovulasinya tidak tentu ketika menyusui.

Kanker payudara adalah pembunuh wanita nomor satu di dunia. Karena sebagian penderitanya baru menyadari adanya sel-sel kanker pada payudara ketika sudah mencapai stadium akhir. Kalau saja terdeteksi sejak awal, bisa segera diobati sebelum metastasis ke jaringan-jaringan tubuh lainnya.

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 04.23

0 komentar:

Posting Komentar