Diagnosis Kanker Paru-Paru - Mendiagnosis seseorang
terkena kanker paru-paru di stadium awal adalah tantangan yang sulit
terpecahkan. Kanker paru-paru kadang tidak memunculkan gejala apapun di stadium
awal, sehingga mengakibatkan 10% penderita menemukan sel kanker secara tidak
sengaja ketika dilakukan pemeriksaan rontgen
dada. Rontgen dada akan
menunjukkan massa yang jelas, pelebaran mediastinum (berarti kanker telah
menyebar ke nodus limfatik), kolaps atau
atelektasis, pneumonia (konsolidasi)
atau efusi pleura. Pencitraan CT rontgen biasanya digunakan untuk
memberikan informasi tambahan, seperti jenis dan penyebaran penyakit kanker
paru-paru. Bronkoskopi atau biopsi CT-dipandu sering dipakai untuk mengambil
sampel tumor yang digunakan sebagai pemeriksaan histopatologi.
Dalam foto rontgen dada, kanker paru-paru kerap
terlihat sebagai nodul paru soliter, namun
diagnosis diferensialnya cukup luas. Penyakit lain yang menunjukkan tampilan
hampir sama adalah infeksi jamur, tuberkulosis, kanker metastatis atau pneumonia terkelompok. Hamartoma, adenoma, kista bronkogenik,
malformasi arteriovena, nodul reumatoid, granulomatosis Wegener atau limfoma dan sekuestrasi paru adalah penyebab nodul paru soliter yang jarang ditemukan. Selain itu, pada foto rontgen dada atau CT-scan untuk tujuan
yang tak berkaitan, kanker paru-paru dapat berupa temuan insidental sebagai nodul paru
soliter.
Pencegahan Kanker Paru - Paru
- Hindari kebiasaan merokok, untuk mencegah kemungkinan terserang kanker paru-paru. Menjadi perokok pasif juga tidak baik, apalagi kalau di lingkungan pembaca banyak perokok aktifnya.
- Olahraga secara teratur, setidaknya 2-3 jam dalam seminggu. Untuk orang yang jarang berolahraga dan melakukan aktifitas di luar rumah, mulailah secara bertahap agar lama-lama terbiasa menjalaninya.
- Menu makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran yang rendah lemak dan mengandung serat tinggi harus dikonsumsi setiap hari. Vitamin, baik itu dalam bentuk tablet atau pil harus dihindari (paling tidak dikurangi konsumsinya) karena obat-obatan tersebut biasanya memiliki efek samping.
Kanker paru-paru
adalah jenis penyakit kanker yang paling sering ditemukan dan menjadi penyebab
kematian terbesar di dunia akibat kanker di tahun 2012. Kanker paru-paru sering
menyerang para pria di Indonesia, mengingat Indonesia adalah salah satu negara
pengkonsumsi rokok terbanyak. Di tahun tersebut, Globocan atau IARC (International
Agency for Research on Cancer) mencatat ada 25.322 penderita kanker
paru-paru dengan jenis kelamin pria dan 9.374 penderita wanita.
Agar tidak terkena penyakit kanker paru-paru, alangkah baiknya pembaca menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk seperti merokok, mengkonsumsi makanan yang kurang sehat dan tidak rajin berolahraga. Kenali ciri-ciri kanker paru-paru dan apabila pembaca mengalaminya, segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

0 komentar:
Posting Komentar