Diagnosis dan Metode Pengobatan Kanker Tulang

Posted by

Diagnosis Kanker Tulang - Ketika penderita mengalami gejala-gejala aneh yang mirip dengan ciri-ciri kanker tulang, sebaiknya langsung menemui dokter untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah menanyai gejala yang dialami, dokter akan menyarankan penderita untuk menjalani beberapa tes di bawah ini:
  1. Tes darah, untuk mengetahui perubahan-perubahan dalam darah (misalnya, kadar enzim alkalin fosfatase naik) yang mengindikasi adanya sel kanker tulang. Jadi, dokter dapat menyimpulkan bahwa gejala nyeri yang dirasakan penderita bukan berasal dari radang sendi atau artritis, misalnya. 
  2. X-ray, dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tulang yang terjadi secara abnormal disebabkan oleh kanker. Selain itu, X-ray juga menunjukkan penyebab kerusakan tulang yang dialami penderita. 
  3. Pemindaian tulang, yaitu menginjeksi pembuluh vena dengan bahan radioaktif yang nanti akan diserap tulang. Umumnya, penyerapan lebih cepat dilakukan oleh tulang abnormal. Tes pemindaian tulang terbilang cukup detail dibanding melalui X-ray. 
  4. Biopsi, pemeriksaan yang paling akurat untuk menemukan ada-tidaknya sel-sel kanker tulang dengan mengambil sebagian contoh tulang untuk diuji di laboratorium. 
  5. CT-scan, dengan X-ray yang dibantu komputer untuk menampilkan gambar tubuh lebih detail (3 dimensi). CT-scan dapat mendeteksi penyebaran kanker tulang ke organ-organ lainnya, seperti paru-paru. 
  6. MRI-scan, menampilkan gambar tulang se-detail mungkin dengan gelombang radio bertenaga tinggi serta medan magnetik. MRI-scan membantu dokter untuk mengetahui keparahan dan penyebaran kanker dalam tulang.
Melalui pemeriksaan-pemeriksaan di atas, dokter dapat menentukan stadium kanker tulang sebagai acuan untuk memberikan pengobatan yang sesuai. Stadium kanker tulang terbagi menjadi empat, yakni:
  1. Stadium 1, sel-sel kanker masih menyerang sebagian tulang serta belum ber-metastasis. 
  2. Stadium 2, kanker masih belum menyebar, namun keganasannya sudah mulai terlihat. 
  3. Stadium 3, kanker telah menyebar ke beberapa bagian tulang. 
  4. Stadium 4, penyebaran sel-sel kanker tulang telah sampai ke jaringan-jaringan tubuh lainnya, seperti hati, paru-paru atau otak.

Metode Pengobatan Kanker Tulang

Dalam memilih metode pengobatan untuk kanker tulang, dokter akan mempertimbangkan letak, jenis dan stadium kanker. Beberapa pengobatan kanker tulang yang sering dianjurkan dokter meliputi:
  1. Operasi, dengan mengangkat bagian sendi/tulang yang diserang kanker dan menggantinya dengan sendi/tulang buatan. Tapi, operasi tersebut hanya bisa dilakukan apabila sel-sel kanker belum ber-metastasis, jikalau menyebar hanya ke beberapa jaringan di sekitarnya. 
  2. Amputasi, adalah langkah terakhir yang dijalani penderita apabila kanker telah menyebar ke kulit, pembuluh darah dan syaraf serta tidak berhasil diobati. Amputasi harus dilakukan agar kanker tidak mengancam jiwa penderita. 
  3. Kemoterapi, menangani kanker tulang dengan obat-obatan yang diinfuskan ke pembuluh darah. Umumnya, kemoterapi dilakukan sebelum operasi (untuk mengurangi resiko amputasi) dan sesudah operasi (untuk mencegah kanker muncul kembali). Untuk menangani kanker tulang Ewing kaposi, kemoterapi dapat digabungkan dengan radioterapi  sebelum penderita menjalani operasi. Apabila tidak ada perkembangan apapun setelah menjalani beberapa pengobatan, kemoterapi hanya difungsikan untuk mengurangi gejala. Terdapat beberapa siklus kemoterapi yang diberi jarak beberapa minggu supaya penderita bisa menyembuhkan diri dari efeknya. Efek tersebut seperti rambut rontok, sariawan, mual, muntah, diare, daya tahan tubuh lemah dan rasa lelah yang timbul secara terus menerus. 
  4. Radioterapi, dengan pancaran sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker tulang. Radioterapi bisa dilakukan sebelum atau sesudah operasi. Radioterapi hanya berfungsi meredakan gejala jika kanker tulang tidak dapat ditangani dengan sukses menggunakan metode pengobatan apapun. Dalam seminggu, penderita diharuskan menjalani radioterapi sebanyak 5 sesi (per-sesi 15 menit). Efek samping dari radioterapi ialah nyeri sendi, iritasi kulit, mual, rambut rontok dan rasa lelah.
Kanker tulang yang masih terlokalisasi atau belum menyebar ke jaringan tubuh lainnya lebih gampang diatasi dibanding yang sudah ber-metastasis. Faktor tersebutlah yang mempengaruhi peluang sembuh penderita kanker tulang. Maka, apabila pembaca tidak ingin mengalami hal tersebut, cegah dengan menurunkan faktor resiko kanker tulang yang ada. Terapkan gaya hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan supaya deteksi kanker tidak terlambat.

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 08.35

0 komentar:

Posting Komentar