Pahami Apa Itu Kanker Tenggorokan, Diagnosis dan Ciri-cirinya
– Kanker tenggorokan adalah sejenis tumor yang tumbuh
dan berkembang di tenggorokan. Bagian-bagian yang terserang kanker tenggorokan
adalah tonsil, faring atau laring. Berdasarkan bagian atau lokasi yang
terserang, kanker tenggorokan dibagi menjadi: kanker nasofaring (menyerang tenggorokan bagian atas dan belakang
hidung), kanker hipofaring (tenggorokan
bagian bawah), kanker orofaring (tenggorokan
bagian tengah, tepatnya di belakang lidah) dan kanker laring (pita suara).
Penyebab Kanker Tenggorokan
Sel-sel kanker
muncul karena ada mutasi yang membuat pertumbuhannya tidak terkontrol. Terdapat
beberapa faktor yang meningkatkan resiko kanker pada seseorang, seperti umur,
gaya hidup dan keadaan medis. Seperti halnya kanker tenggorokan, resikonya akan
meningkat sejalan dengan bertambahnya umur seseorang. Biasanya kanker
tenggorokan menyerang orang yang berusia lanjut (di atas 60 tahun). Penyebab
kanker tenggorokan yang paling sering ditemui adalah:
- Infeksi human papillomavirus (HPV)
- Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau penyakit asam lambung
- Terlalu banyak mengkonsumsi tembakau, baik untuk menginang maupun merokok
- Mengkonsumsi minuman keras atau minuman beralkohol secara berlebihan
- Kurangnya konsumsi buah-buahan dan sayuran.
- Mengkonsumsi makanan berlemak/berminyak, seperti gorengan.
- Kekurangan vitamin A
- Menghirup terlalu banyak zat, seperti bensin dan solar (dialami oleh orang yang bekerja di SPBU)
Ciri-ciri Kanker Tenggorokan Paling Umum
Apabila tenggorokan
pembaca terasa tidak nyaman, seperti ada sesuatu yang mengganjal, jangan panik
terlebih dulu. Bisa jadi itu bukanlah ciri-ciri kanker tenggorokan, karena
gejalanya memang hampir sama dengan penyakit lainnya. Konsultasikan pada dokter
ahli (spesialis THT) untuk memastikan diagnosanya.
Berikut ini adalah
ciri-ciri kanker tenggorokan yang paling sering dialami penderita:
- Sulit menelan makanan (dysphagia)
- Tenggorokan terasa sakit
- Ada perubahan suara dan bunyi nafas
- Batuk kronis yang tak kunjung sembuh (lebih dari dua minggu)
- Terdapat benjolan yang menetap
- Telinga berdengung atau sakit ketika berbicara dan menelan makanan
- Tenggorokan, rahang, leher atau mata mengalami pembengkakan
- Berat badan menurun secara drastis
Diagnosis Kanker Tenggorokan
Ketika pembaca
berkonsultasi tentang kanker tenggorokan, dokter akan bertanya gejala apa saja
yang dialami, riwayat kesehatan dan memeriksa kondisi fisik pembaca. Disarankan
untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut demi memastikan diagnosis bila diduga
adanya sel-sel kanker dalam tenggorokan. Jenis pemeriksaan yang umumnya
dijalani calon pasien kanker tenggorokan adalah:
- Laringoskopi dan endoskopi. Laringoskopi adalah upaya untuk melihat kondisi pita suara, sedangkan endoskopi untuk memeriksa kondisi kerongkongan.
- Biopsi, atau pengambilan sampel jaringan yang dicurigai kanker. Biopsi dilakukan bila ada sesuatu yang aneh di kerongkongan pembaca.
- Tes pencitraan: CT, MRI, X-Ray dan PET, untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran sel kanker.
Kanker Tenggorokan Stadium 1, 2, 3 dan 4
Dokter akan
menentukan tingkat penyebaran serta stadium kanker yang dialami penderita
setelah ciri-ciri kanker tenggorokan sudah dipastikan lewat pemeriksaan medis. Hal
itu dilakukan guna mempermudah dokter dalam menentukan jenis pengobatan apa
yang sesuai dengan kondisi kesehatan penderita. Seperti kanker jenis lainnya,
kanker tenggorokan terbagi ke dalam empat tingkatan:
- Stadium 1, pada stadium ini ukuran tumor tidak lebih dari 7 cm dan hanya menyerang lokasi-lokasi tertentu pada tenggorokan.
- Stadium 2, tumor mulai membesar, namun belum menyerang kelenjar getah bening dan menyebar ke organ lain di luar tenggorokan.
- Stadium 3, usia sel kanker bertambah dan penyebarannya sudah sampai ke jaringan atau organ lain yang dekat dengan tenggorokan/noda limfa.
- Stadium 4, sel kanker telah menyerang kelenjar getah bening dan menyebar ke jaringan atau organ lainnya.
Meskipun ciri-ciri
kanker tenggorokan hampir sama dengan penyakit ringan lainnya, bukan berarti
pembaca mengabaikannya begitu saja. Itu malah akan memperparah keadaan. Pahami
lebih jauh penyebab kanker tenggorokan, agar bisa dihindari sejak awal dan
lakukan gaya hidup sehat mulai dari sekarang.

0 komentar:
Posting Komentar