Diagnosis dan Pengobatan Kanker Ginjal

Posted by

Diagnosis Kanker Ginjal - Dua gejala utama, yaitu nyeri di daerah pinggang secara berkelanjutan dan kencing berdarah yang dirasakan penderita patut diwaspadai. Penderita harus sesegera mungkin berkonsultasi ke dokter agar dilakukan pemeriksaan/diagnosis. Diagnosis kanker ginjal bertujuan untuk memastikan ada-tidaknya sel-sel kanker pada ginjal penderita. Proses pemeriksaan tersebut meliputi:
  1. Tes darah dan urine, gejala yang menjadi penyebab kanker ginjal bisa diketahui dari tes ini. Karena bisa saja gejala yang dialami penderita diakibatkan oleh batu ginjal atau infeksi ginjal lainnya. 
  2. Scan tulang, dengan bahan radioaktif untuk memastikan apakah sel-sel kanker sudah menyebar ke tulang. 
  3. Rontgen, atau sinar-X pada dada dan perut 
  4. Renal angiography, menyuntikkan bahan kontras untuk memunculkan pembuluh darah ginjal pada sinar-X dan mendeteksi adanya penyumbatan atau kelainan lain yang menghambat suplai darah ke ginjal. 
  5. CT-scan, sinar-X yang dilakukan untuk mendapatkan gambar ginjal serta daerah di sekitarnya secara keseluruhan melalui komputer. Melalui CT-scan, trombus (pembekuan darah) pada pembuluh darah dapat ditemukan 
  6. MRI-scan, mendapatkan gambar seluruh bagian ginjal dengan gelombang magnetik 
  7. Intravenous pyelogram, sinar-X dari ginjal serta ureter yang dilakukan setelah penginjeksian pewarna kontras dalam darah. 
  8. Renal USG, memeriksa kondisi ginjal dengan gelombang suara 
  9. Sitoskopi, memeriksa ginjal, ureter dan kandung kemih dengan selang yang dimasukkan melalui alat kelamin (uretra). Sitoskopi dilakukan kalau dokter mencurigai adanya darah dalam urine penderita. 
  10. Laparoskopi, memasukkan selang bercahaya melalui lubang kecil yang dibuat pada perut untuk melihat kondisi ginjal 
  11. Biopsi, mengambil sampel jaringan ginjal untuk memastikan adanya sel-sel kanker.

Mengukur Tingkat Keparahan Kanker Ginjal

TNM adalah sistem yang mengukur tingkat keparahan kanker ginjal. T (Tumor size) mengindikasikan ukuran tumor yang tumbuh, N (Node) atau kelenjar getah bening regional menandakan penyebaran kanker ginjal ke nodus limfa yang berada di dekat ginjal dan M (Metastasis) yaitu sejauh mana sel-sel kanker telah menyebar.

T (Tumor size)

  1. T1a, tumor berdiameter kurang dari 4 cm 
  2. T1b, ukuran diameter tumor 4-7 cm 
  3. T2, ukuran tumor sudah lebih dari 7 cm, namun masih belum keluar dari ginjal 
  4. T3a, tumor menyebar ke lapisan lemak di sekitar ginjal 
  5. T3b, persebaran tumor sudah sampai ke pembuluh balik ginjal atau vena cava (pembuluh balik utama) 
  6. T3c, tumor telah menyebar melewati diafragma 
  7. T4, penyebaran tumor (ukuran berapapun) melewati lapisan yang melindungi ginjal ke dinding dada atau kulit berupa edema, borok, benjolan kecil pada kulit dan kulit payudara memerah

N (Node)

  1. N0, sel-sel kanker belum menyebar ke nodus limfa 
  2. N1, keberadaan sel-sel kanker sudah ditemukan pada nodus limfa 
  3. N2, sel kanker telah menghuni lebih dari satu nodus limfa dan sulit digerakkan

M (Metastasis)

  1. M0, kanker belum menyebar ke jaringan tubuh lainnya 
  2. M1, sel-sel kanker telah menyebar ke jaringan-jaringan tubuh lainnya
Bila sistem TNM telah didapatkan, masing-masing unsurnya akan digabung ke dalam stadium kanker ginjal, yakni:
  1. Stadium 0, T0-N0-M0 
  2. Stadium 1, T1-N0-M0 
  3. Stadium 2A, T0-N1-M0 atau T1-N1-M0 atau T2-N0-M0 
  4. Stadium 2B, T2-N1-M0 atau T3-N0-M0 
  5. Stadium 3A, T0-N2-M0 atau T1-N2-M0 atau T2-N2-M0 atau T3-N1-M0 atau T2-N2-M0 
  6. Stadium 3B, T4-N0-M0 atau T4-N1-M0 atau T4-N2-M0 
  7. Stadium 3C, Tiap T-N3-M0 
  8. Stadium 4, Tiap T-Tiap N-M1

Prognosis Kanker Ginjal

Prognosis atau hasil pengobatan kanker ginjal tergantung pada stadiumnya. Presentase angka kelangsungan hidup penderita dalam 5 tahun ke depan setelah melakukan pengobatan adalah:
  • Stadium 0 = 95% 
  • Stadium 1 = 88% 
  • Stadium 2 = 66% 
  • Stadium 3 = 36% 
  • Stadium 4 = 7%

Pengobatan Kanker Ginjal

Penderita kanker ginjal harus ditangani oleh urolog. Pengobatan yang paling tepat tepat adalah pembedahan untuk menghilangkan tumor ginjal secara keseluruhan. Berikut ini pembedahan-pembedahan yang dilakukan untuk mengobati penyakit kanker ginjal:
  1. Nefrektomi parsial, penghilangan tumor tanpa membuang jaringan selubung struktur sinus atau parenkim ginjal. Resiko komplikasi yang mungkin dialami penderita lebih besar dibanding nefrektomi radikal, seperti pendarahan. Namun, nefrektomi parsial dapat mengurangi resiko pencucian darah dan menyelamatkan jaringan ginjal lebih banyak. 
  2. Nefrektomi radikal, penghapusan ginjal secara keseluruhan 
  3. Laparoskopik, atau teknik bedah teropong dapat mempersingkat periode penyembuhan pada penderita yang menjalani nefrektomi. Namun, laparoskopik akan menjadi rumit bila dalam vena cava terdapat trombus. 
  4. Ablasi, atau teknik pengikisan seperti RFA (ablasi frekuensi radio) dan terapi beku/krioterapi. Metode ablasi menghancurkan tumor, namun tidak membuangnya. 
  5. Imunoterapi dan terapi biologis, dijalani penderita untuk mengobati kanker ginjal tahap akhir.
Tidak seperti kanker lainnya, pengobatan kemoterapi dan radioterapi belum cukup ampuh untuk mengatasi kanker ginjal pada orang dewasa. Tapi, kanker ginjal yang diderita anak-anak (tumor Wilm) dapat diatasi dengan gabungan kedua pengobatan tersebut serta pembedahan. Penderita kanker ginjal disarankan untuk melakukan pengawasan seumur hidup, seperti menilai fungsi ginjal dan pengambilan gambar secara teratur setelah pembedahan.

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 02.36

0 komentar:

Posting Komentar