Mengulas Apa Itu Kanker Ginjal, Penyebab dan Ciri-cirinya
– Ginjal merupakan organ berbentuk kacang yang
fungsinya menyaring kelebihan air dan kotoran (limbah dan racun) dalam darah
serta mengubahnya menjadi air kencing (urine).
Setiap manusia memiliki dua buah ginjal yang berada di kedua sisi pinggang,
tepatnya di bawah tulang rusuk. Salah satu ginjal manusia dapat beresiko
terkena kanker ginjal, yaitu jenis penyakit kanker yang menyerang ginjal.
Kanker ginjal terjadi ketika sel-sel ginjal memperbanyak atau membelah diri secara abnormal. Apabila sel-sel yang baru terbentuk tidak dibutuhkan tubuh, akan menjadi tumor. Tumor tersebut umumnya padat dan kadang memiliki komponen-komponen kista. Dari semua jenis kanker ginjal, karsinoma sel ginjal adalah yang paling sering dijumpai. Karsinoma sel transisi (dari sel-sel pada lapisan ureter), karsinoma sel skuamosa (dari jaringan ikat ginjal) dan sel juxtaglomerular adalah jenis kanker ginjal lainnya.
Setiap tahun, ada 200.000 kasus kanker ginjal yang terjadi di seluruh dunia. Pada umumnya, kanker ginjal diderita oleh pria yang berusia 50 tahun ke atas. Namun, anak-anak juga bisa terkena kanker ginjal dengan jenis tumor Wilm. Tumor Wilm biasanya diderita anak-anak yang berusia balita, bahkan beberapa tumor mulai tumbuh sebelum penderita dilahirkan.
Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Ginjal
Beberapa jenis
kanker memang belum diketahui penyebabnya, termasuk kanker ginjal. Namun,
beberapa faktor di bawah ini bisa memperbesar resiko kanker ginjal:
- Merokok meningkatkan resiko kanker ginjal sebanyak 50%
- Memiliki penyakit hipertensi
- Menderita TBC
- Terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat kesehatan kanker ginjal (genetik/keturunan)
- Batu ginjal kronis
- Efek samping pengobatan dialisis (menyaring limbah dalam darah dengan peralatan medis/cuci darah) pada penyakit gagal ginjal
- Balkan nephropathy (suatu penyakit endemis bersifat menahun, disebut juga endemic chronic interstitial disease, yang menjangkiti semua negara di sekitar laut Balkan)
- Terkena paparan bahan kimia, seperti anilin dan asbes serta racun astrolachia
- Obesitas atau kelebihan berat badan
- Efek samping konsumsi obat-obatan pereda rasa sakit/anti peradangan, seperti antiinflamasi nonsteroid dan naproksen
- Efek pengobatan kanker testis atau kanker serviks
- Syndrom Von Hippel Lindau yang masih berhubungan dengan beberapa kanker
- Sklerosis tuberosa yaitu tumbuhnya tumor di beberapa organ (termasuk angiomyolipomas ginjal) karena kondisi herediter.
- Infeksi hepatitis C
Bagaimana Ciri-ciri Kanker Ginjal?
Pada tahap-tahap
awal, kanker ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Jika tumor
sudah membesar, perut atau tubuh bagian samping akan terasa nyeri karena adanya
pelebaran ginjal maupun serangan dari struktur-struktur di sekitarnya. Oleh
karena itu, penderita perlu memeriksakan diri apabila terjadi pembesaran perut.
Semakin bertambahnya tingkat keparahan kanker ginjal, penderita akan mulai
merasakan ciri-cirinya pada organ yang diserang, seperti paru-paru, kelenjar
getah bening di perut dan tulang. Ciri-ciri kanker ginjal tersebut akan
mengakibatkan penderita kesulitan bernafas, nyeri serta patah tulang.
Selain itu, ciri-ciri kanker ginjal yang sering dirasakan penderita adalah:
- Perubahan warna urine menjadi merah atau kecoklatan karena tercampur darah
- Anemia
- Selera makan berkurang
- Berat badan menurun
- Tubuh terasa lelah
- Punggung bagian bawah nyeri secara tiba-tiba
- Batuk dan sesak nafas
- Keringat keluar pada malam hari
- Tekanan darah tinggi/hipertensi
- Demam tinggi
- Pembuluh darah yang ada di sekitar testis pria membengkak
- Terdapat benjolan pada perut
- Perut, pergelangan kaki atau kaki membengkak
- Syndrom paraneoplastik yang meliputi berkeringat, demam dan tekanan darah tinggi merupakan gejala kanker ginjal yang sifatnya sementara. Gejala-gejala tersebut akan menghilang setelah pengangkatan tumor.

0 komentar:
Posting Komentar