Sejarah Awal Ditemukannya Kanker Serviks

Posted by

Sejarah Awal Ditemukannya Kanker Serviks – Serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim wanita. Resiko kanker serviks bisa dialami semua wanita di segala usia, terutama yang aktif secara seksual. Saat ini, kanker serviks dianggap sebagai pembunuh wanita dewasa terbesar di dunia setelah kanker payudara. Oleh karena itu, tak heran bila kanker serviks menjadi ancaman yang paling menakutkan bagi mereka di beberapa negara, termasuk Indonesia. Banyaknya kasus kanker serviks yang terjadi menyebabkan Indonesia berada di posisi kedua penderita terbesar setelah China.

Sejarah Kanker Serviks

Kanker serviks (leher rahim) sebetulnya sudah ditemukan sejak masa sebelum Masehi (tahun 400 SM). Meskipun sudah lama ditemukan, ternyata selama berabad-abad penyebab pasti penyakit tersebut belum diketahui. Hal itu menyebabkan sulitnya ditemukan pengobatan yang tepat. Lalu pada tahun 1842, muncul teori pertama tentang penyebab kanker serviks di Florence. Teori tersebut menyatakan bahwa hubungan seksual yang dilakukan dengan banyak orang (berganti-ganti pasangan) dapat memicu pertumbuhan kanker serviks.

Kebenaran teori dibuktikan oleh seorang dokter yang mengamati adanya hubungan kanker serviks dengan pekerja seks komersial. Sehingga dapat dikatakan wanita-wanita yang melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berbeda sangat beresiko terserang kanker serviks. Sementara itu, dokter juga mengamati tidak adanya hubungan para biarawati yang jarang atau tidak pernah berhubungan seks dengan penyakit tersebut.

Tapi, beberapa dari biarawati justru menderita kanker payudara. Hal itu membuat banyak orang berasumsi, apakah penyakit kanker serviks bisa menyerang siapapun baik yang sudah atau belum pernah berhubungan seksual? Dan apakah penyebab kedua kanker tersebut adalah penggunaan korset yang terlalu ketat?
Banyaknya pemahaman yang keliru membuat penyebab kanker serviks masih belum ditemukan secara pasti. Tapi, menurut sejarah kanker serviks pada tahun 1950, dokter meyakini bahwa penyebab timbulnya penyakit tersebut adalah smegma. Pemahaman yang berlaku di Amerika pada tahun 1970-an adalah adanya kaitan antara kanker serviks dengan herpes yang dinilai sangat keliru.

Seorang dokter Yunani yang bernama Hippocrates, menulis tentang penyakit kanker leher rahim dan mencoba mengobatinya dengan metode yang dikenal sebagai radikal trachelectomy. Walaupun demikian, sebenarnya Hippocrates belum menemukan pengobatan apapun yang dapat membasmi kankernya. Akhirnya pada tahun 1940-an, metode radikal trachelectomy hanya digunakan selama beberapa saat. Metode tersebut melibatkan penghilangan leher rahim serta penyambungan saluran vagina ke rahim.
Akhirnya, di awal abad ke-20, para ilmuwan baru berhasil menemukan penyebabnya yang tidak lain adalah paparan terhadap HPV (Human Papilloma Virus). Setelah itu, mereka membuat vaksin yang dapat mencegah virus serta perkembangan penyakit. Sekarang ini, vaksin untuk mencegah penularan beberapa virus sudah tersedia.

Gejala munculnya kanker serviks ditandai dengan adanya pendarahan dari vagina setelah berhubungan seksual (di luar haid/setelah menopause). Oleh karena itu, apabila pembaca mengalami pendarahan segera periksakan ke dokter agar diberikan rujukan untuk menemui dokter spesialis bila dicurigai adanya kanker serviks. Melihat sejarah kanker serviks di atas, sebetulnya penyakit tersebut dapat diantisipasi bila terdeteksi se-awal mungkin. Namun, tidak banyak penderita yang mengetahui kanker serviks dengan baik sehingga baru terdeteksi ketika sudah cukup parah.

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 02.36

0 komentar:

Posting Komentar