Sejarah Penemuan Kanker Paru-Paru – Kanker paru-paru merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi dan
pencegahannya tidak sesulit kanker-kanker lain. Sekitar 80-90% kasus kanker
paru-paru dialami oleh perokok. Pada tahap lanjutan, gejala kanker paru-paru
semakin jelas mulai dari batuk darah, mudah lelah, berat badan menurun dan
susah bernafas. Sehingga, fungsi paru-paru yang awalnya baik menjadi semakin
buruk. Tapi, tahukah pembaca bahwa sebelum adanya kebiasaan merokok yang tidak
wajar, penderita kanker paru-paru sangat jarang ditemui?
Sejarah Kanker Paru-Paru
Kanker paru-paru
belum dikenal secara luas dan dinyatakan sebagai suatu penyakit sampai tahun
1761. Baru beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 1810, berbagai aspek berbeda
tentang kanker paru-paru dibahas lebih lanjut. Pada tahun 1878, jumlah
penderita kanker paru-paru ganas hanya sekitar 1% dari semua kanker yang
ditemukan saat dilakukannya autopsi. Namun, hanya berjarak kurang lebih 30
tahun dari itu, jumlah penderitanya meningkat hingga 10-15%. Dalam literatur
kedokteran, laporan kasus kanker paru-paru pada tahun 1912 hanya sebanyak 374
orang di seluruh dunia. Namun, menurut kajian pada hasil autopsi, kasusnya
telah meningkat dari 0,3% pada tahun 1852 menjadi 5,66% di tahun 1952.
Lalu, dokter Fritz Lickint dari Jerman menemukan kaitan antara kanker paru-paru dengan kebiasaan merokok. Berita itu cukup heboh hingga menyebabkan adanya kampanye anti-rokok yang sangat agresif. British Doctors Study yang diterbitkan pada tahun 1950-an menjadi bukti kuat adanya hubungan perokok dengan resiko kanker paru-paru. Akhirnya pada tahun 1964, Surgeon General Amerika Serikat menghimbau para perokok untuk berhenti.
Tidak sampai disitu, hubungan kanker paru-paru dengan gas radon (gas yang sangat radioaktif) juga ditemukan pertama kali di kalangan penambang di Pegunungan Ore, dekat dengan Schneeberg, Saxony. Lokasi tersebut telah dijadikan penambangan perak sejak tahun 1470, sehingga wajar bila banyak kandungan uranium, radium serta gas radon yang ditemukan di sana. Bukti yang ada semakin kuat manakala banyak penambang yang menderita penyakit paru-paru (kemudian dikenal sebagai kanker paru-paru pada 1870-an).
Meskipun terdapat sejarah penemuan kanker paru-paru di tambang tersebut, namun proses penambangan tetap beranjut sampai tahun 1950-an. Hal itu dikarenakan terdapat permintaan uranium dari Uni Republik Sosialis Soviet. Sepuluh tahun setelah itu, gas radon baru dibenarkan sebagai penyebab kanker paru-paru.
Pneumonektomi Kanker Paru-Paru
Pneumonektomi atau pengobatan kanker paru-paru dengan jalan operasi pengangkatan keseluruhan pada salah satu sisi paru-paru, pertama kali dilakukan dengan sukses pada tahun 1933. Sejak tahun 1940-an, radioterapi paliatif telah dilakukan. Tahun 1950-an, radioterapi radikal mulai dilakukan dan dijadikan sebagai usaha untuk memakai dosis radiasi lebih besar pada penderita kanker paru-paru stadium awal yang tidak dapat dilakukan pembedahan.
Tapi, radioterapi radikal tidak berhasil ketika dipraktekkan untuk kanker paru-paru dengan sel kecil pada tahun 1960-an saat pembedahan. Sehingga, pada tahun 1970-an mulai dikembangkan perawatan kemoterapi yang cukup sukses menyembuhkan penderita. Perbaikan terhadap radioterapi radikal konvensional dilakukan pada tahun 1997 dengan dipercepat menggunakan hiperfraksionisasi.
Meskipun pencegahan terhadap penyakit kanker paru-paru tidak terlalu sulit, namun pembaca tidak boleh melakukan kebiasaan-kebiasaan yang membuat penyebarannya semakin cepat. Sebab, melihat dari sejarah kanker paru-paru di atas perkembangannya cukup cepat dan meningkat dari tahun ke tahun. Tinggalkan kebiasaan merokok dan mulailah gaya hidup sehat dari sekarang.

0 komentar:
Posting Komentar