Mengulas Apa Itu Leukimia atau Kanker Darah Secara
Lengkap – Leukimia adalah kanker yang menyerang
limfosit (sel-sel darah putih) dalam sumsum tulang. Limfosit, pada kondisi
normal, berkembang secara teratur ketika tubuh memerlukannya untuk memerangi
infeksi. Bahkan, tubuh akan memberi tanda kapan limfosit maupun sel darah
lainnya harus diproduksi lagi. Namun, kondisinya berbeda pada penderita
leukimia.
Tanda yang diberikan tubuh tidak direspon balik oleh limfosit, sehingga sumsum tulang tidak lagi memproduksi limfosit yang normal. Limfosit terbentuk secara abnormal, berlebihan dan tidak berfungsi dengan baik. Jumlah limfosit yang berlebihan akan menumpuk dalam sumsum tulang hingga sebagian isinya keluar dan dapat ditemukan dalam darah tepi (perifer). Hal itu dapat mengurangi sel-sel darah yang sehat.
Jenis-jenis Kanker Darah/Leukimia
Berdasarkan Perkembangan Leukimia
- Leukimia kronis, penderita tidak segera mengalami gejala-gejala yang aneh, sehingga ketika sudah berkembang cukup lama baru terdiagnosis. Sel darah putih tetap hidup serta berada di aliran darah, sumsum tulang dan organ-organ terkait. Namun, perkembangan leukimia kronis tidak begitu cepat. Penderita masih memiliki harapan hidup hingga beberapa tahun.
- Leukimia akut, berkembang dengan cepat, semakin parah dan mematikan. Tindakan pengobatan harus segera dilakukan untuk meminimalisir resiko kematian dalam hitungan bulan bahkan hari.
Berdasarkan Jenis Sel Darah Putih Yang Diserang
Terdapat empat
jenis leukimia yang paling umum terjadi berdasarkan sel darah putih yang
diserang. Masing-masing dikelompokkan dalam leukimia limfotik (kanker darah yang menyerang jaringan limfa) dan leukimia mielogen (kanker darah yang menyerang
jaringan mieloid).
- Acute lymphocytic leukimia (leukimia limfotik akut), biasanya menimpa anak-anak maupun orang dewasa (65 tahun ke atas). Leukimia limfotik akut berpotensi mengakibatkan infeksi serius, sebab bisa menghambat fungsi limfosit.
- Acute myelogenous leukimia (leukimia mielogen akut), biasanya menimpa orang dewasa, namun tak menutup kemungkinan diderita remaja maupun anak-anak. Sel-sel mieloid yang terbentuk oleh leukimia mielogen akut tidak sempurna, sehingga membuat pembuluh darah tersumbat.
- Chronic lymphocytic leukimia (leukimia limfotik kronis), hanya diderita oleh orang dewasa (55 tahun ke atas). Umumnya, penderita tidak mengalami gejala-gejala aneh dalam jangka waktu lama, sehingga leukimia limfotik kronis baru terdiagnosis di stadium lanjut.
- Chronic myelogenous leukimia (leukimia mielogen kronis), kebanyakan kasusnya ditemukan pada orang dewasa. Perkembangan sel-sel kanker pada leukimia mielogen kronis tahap pertama cukup lambat. Akan tetapi, saat sudah masuk tahap kedua pertumbuhannya akan sangat cepat. Hal itulah yang membuat kondisi penderita menurun drastis.
Ciri-ciri Kanker Darah
Gejala yang dialami
masing-masing penderita leukimia cenderung berbeda, tergantung jenisnya. Namun,
umumnya gejala yang dirasakan penderita hampir serupa dengan penyakit biasa,
seperti flu. Jangan sepelekan ciri-ciri kanker darah di bawah ini apabila
pembaca mengalaminya:
- Anemia, penderita sering merasa lelah, lemas dan pucat serta ngos-ngosan atau bernafas dengan cepat. Oksigen dalam tubuh akan berkurang karena sel-sel darah merah di bawah normal, akibatnya penderita akan memenuhi kekurangan oksigen dengan bernafas cepat.
- Sering mengalami infeksi, yang menyebabkan demam, pilek serta batuk. Hal itu dikarenakan sel-sel darah putih yang berperan menjaga daya tahan tubuh tidak berfungsi dengan maksimal.
- Sering terjadi pendarahan, seperti memar dan mimisan karena sel pembeku darah (platelet) kurang dan sel darah putih mendominasi.
- Sendi atau tulang terasa nyeri, karena sumsum tulang mendesaknya akibat dipadati sel-sel darah putih.
- Perut nyeri atau sakit, karena organ-organ tubuh seperti empedu, ginjal dan hati membesar akibat dipenuhi oleh sel kanker darah. Gejala ini mengakibatkan nafsu makan penderita hilang.
- Nodus limfa, limpa atau hati membengkak, karena sel-sel kanker darah berkumpul di sana.
- Berkeringat di malam hari
- Badan demam dan menggigil
- Nyeri dada dan kesulitan bernafas
- Sakit kepala
- Muntah-muntah
- Timbul bintik kemerahan pada kulit
- Berat badan menurun
Pemeriksaan
diperlukan jika pembaca mengalami salah satu ciri-ciri kanker darah di atas,
terutama untuk gejala yang tak segera sembuh dan nyeri dada disertai dyspnea atau kesulitan bernafas.
Diagnosis Kanker Darah
Proses awal dalam
mendiagnosis kanker darah adalah memberi pertanyaan kepada penderita seputar
gejala yang dialami. Apabila dokter
mencurigai adanya pembengkakan nodus limfa, limpa dan hati, penderita
dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan di bawah ini:
- Tes darah, untuk memeriksa sel darah putih yang tidak normal
- Biopsi sumsum tulang, untuk melihat keberadaan sel-sel kanker dan mengetahui jenis leukimia dengan mengambil contoh sumsum tulang.
- Sitogenik, dengan meneliti kromosom abnormal pada kelenjar getah bening, sumsum tulang atau sampel sel darah.
- X-ray dada, melihat keganjilan pada dada dan pembengkakan kelenjar getah bening.
- Spinal tap, dokter akan mengambil cairan yang ada di dalam dan sekitar otak serta sumsum tulang belakang (cairan serebrospinal) untuk diuji lebih lanjut.
- Pemeriksaan lainnya, yaitu CT atau CAT-scan, MRI dan Ultrasound

0 komentar:
Posting Komentar