Kenali Apa Itu Kanker Payudara Pria, Gejalanya, dan Cara
Mengobatinya Yuk!– Kanker payudara pria merupakan
kondisi yang disebabkan oleh mutasi sel tak terkendali pada jaringan payudara
pria. Kanker tersebut tumbuh dan berkembang dalam jaringan payudara yang
terletak di belakang puting. Kanker payudara pria sama bahayanya dengan kanker
payudara wanita. Hal itu dikarenakan sel-sel kanker payudara pria kadang tidak
terdeteksi di stadium-stadium awal, sehingga diagnosisnya pun sering terlambat.
Kemunculan kanker
payudara pria seringkali tak dirasakan penderita, karena ukuran tumornya yang
relatif kecil dibanding tumor payudara wanita. Kurangnya pengetahuan tentang
kanker payudara juga bisa menjadi penyebab seseorang mengabaikan gejala-gejala
yang ditimbulkan penyakit tersebut. Sama seperti kanker payudara wanita, kanker
yang menginvasi payudara pria ini juga bisa ber-metastasis ke organ-organ tubuh lain. Umumnya, kanker ini
menyerang pria yang telah lanjut usia. Peluang kejadian kanker payudara pria
adalah 1:100 kasus kanker payudara pertahunnya.
Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Payudara Pria
Penyebab kanker payudara pria hingga saat ini masih diteliti, namun sel-sel payudara yang tumbuh secara abnormal dan membelah lebih cepat dibanding sel-sel sehat diketahui sebagai pemicunya. Karena akibat proses mutasi tersebut, sel-sel yang membelah diri membentuk tumor yang menginvasi payudara pria dan bagian-bagian tubuh lainnya. Faktor-faktor yang dianggap memicu mutasi sel payudara adalah:
- Mutasi genetik BRCA1 dan BRCA2, 5-10% kanker payudara disebabkan oleh faktor ini.
- Faktor usia, pria berusia 60-70 tahun beresiko terserang kanker payudara.
- Kadar hormon estrogen tinggi, yang diakibatkan oleh berat badan berlebihan atau sedang menjalani terapi hormon.
- Riwayat kanker payudara pada keluarga, dialami oleh ibu, kakak kandung, adik kandung, tante atau nenek.
- Pernah menjalani terapi radiasi antikanker di dada
- Ginekomastia, pembesaran payudara yang disebabkan oleh infeksi, hormon, obat perawatan atau toksin.
- Sindrom Klinefelter, kelainan genetik tertentu yang dialami pria.
- Intake estrogen
- Menderita penyakit testis, seperti cedera, testis tidak turun dan mumpsorchitis.
- Pernah menderita sirosis hati
Di antara semua
faktor resiko kanker payudara pria di atas, resiko terbesar berasal dari mutasi
genetik dan riwayat kanker payudara pada keluarga. Jadi, bila pembaca memiliki
saudara yang mengidap kanker payudara sebelumnya, sebaiknya hati-hati. Cegah kemunculannya
sejak awal dengan menghindari kebiasaan buruk yang memicu pertumbuhan kanker,
seperti mengkonsumsi makanan yang berbahan pengawet, merokok, minum alkohol dan
masih banyak lagi.
Gejala-gejala Kanker Payudara Pria
Umumnya, gejala-gejala yang dialami penderita kanker payudara pria hampir sama dengan ciri-ciri kanker payudara wanita. Gejala yang muncul terbilang cukup jelas, meskipun di awal-awal belum disadari penderita. Berikut ini gejala-gejala kanker payudara yang paling sering dialami:
- Muncul benjolan pada payudara, namun tidak terasa sakit
- Pembengkakan pada ketiak, dada dan di bawah puting
- Puting memerah dan bengkak
- Puting menekuk ke dalam, mengeluarkan cairan abnormal hingga darah
- Kulit payudara cekung ke dalam
Gejala-gejala
kanker payudara pria patut diwaspadai apabila muncul pada pembaca yang memiliki
faktor resikonya. Meskipun hanya benjolan kecil atau gejala-gejala ringan lainnya,
usahakan untuk selalu memantau perkembangan gejala tersebut dan memeriksakan ke
dokter apabila tak kunjung hilang.
Metode Diagnosis Kanker Payudara Pria
Langkah pertama dalam mendiagnosis kanker payudara pria adalah menanyai gejala-gejala yang dirasakan penderita serta riwaat penyakit yang dialami. Bila dokter mencurigai gejala-gejala tersebut disebabkan oleh kanker, pemeriksaan diagnosis di bawah ini mungkin harus dijalani penderita:
- USG, menampilkan gambar kondisi payudara di layar tertentu untuk mengetahui kelainan atau tumor di dalamnya.
- Mammogram, menyinari bagian payudara dengan radiasi dosis rendah untuk menghasilkan gambar kondisi payudara secara keseluruhan. Mammogram hampir sama dengan tes pencitraan lainnya, yaitu rontgen atau X-ray.
- Biopsi, mengambil sampel jaringan yang diduga kanker pada payudra penderita.
- Tes pencitraan, seperti CT-scan, MRI-scan dan PET-scan untuk mengetahui pertumbuhan, perkembangan dan tingkat penyebaran kanker ke organ-organ tubuh lain.
Apabila
pemeriksaan-pemeriksaan di atas masih belum meyakinkan, penderita mungkin harus
menjalani tes lain yang terkait dengan protein serta hormon dalam tubuh.
Pengobatan Kanker Payudara Pria
Pengobatan kanker payudara pria ditentukan oleh jenis, letak, perkembangan dan penyebaran kanker serta kondisi kesehatan penderita. Umumnya, pengobatan yang harus dijalani penderita adalah:
- Operasi, pengangkatan tumor atau seluruh bagian payudara (mastektomi total)untuk membunuh sel-sel kanker yang berkembang dengan sangat cepat. Kemungkinan nodus limfa dan beberapa bagian otot dada juga diangkat bila tumor ditemukan di sana.
- Radioterapi, menggunakan radiasi bertenaga tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker secara langsung.
- Kemoterapi, menggunakan obat-obatan kimia tertentu untuk melenyapkan sel kanker. Kemoterapi dilakukan setelah operasi, apabila sel-sel kanker masih tersisa atau ketika kanker berada di stadium lanjut. Umumnya, penderita memberi respon baik terhadap kemoterapi yang dijalaninya.
Kanker payudara menjadi
ancaman yang cukup serius bagi wanita maupun pria. Karena keduanya sama-sama
tidak memunculkan tanda-tanda yang jelas di tahap awal, sehingga proses
diagnosis seringkali terlambat. Akibatnya, penderita bisa mengalami komplikasi
dan gangguan-gangguan tertentu pada bagian tubuh lain yang diserang kanker. Apabila
kanker terdiagnosis pada stadium lanjutan, pengobatan-pengobatan yang dijalani
penderita hanya berguna untuk mengurangi gejala dan menghambat pertumbuhan
kanker kembali.

0 komentar:
Posting Komentar