Ulasan Tentang Apa Itu Kanker Kelenjar Ludah, Gejalanya, dan Cara Mengobatinya Secara Lengkap

Posted by

Ulasan Tentang Apa Itu Kanker Kelenjar Ludah, Gejalanya, dan Cara Mengobatinya Secara Lengkap
Ulasan Tentang Apa Itu Kanker Kelenjar Ludah, Gejalanya, dan Cara Mengobatinya Secara Lengkap – Kelenjar ludah adalah bagian mulut yang berperan dalam memproduksi saliva (air liur). Setiap manusia memiliki tiga pasang kelenjar ludah, yaitu kelenjar ludah parotis (berada di bawah telinga), submandibularis (di rahang bawah) dan sublingualis (di bawah lidah). Kelenjar ludah parotis memproduksi ludah cair, sedangkan dua lainnya menghasilkan semacam getah yang berair dan berlendir.

Kanker kelenjar ludah adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar ludah. Kanker ini berwujud tumor, yang mana bisa bersifat jinak maupun ganas. Sebagian besar tumor yang berada di lokasi awal adalah tumor jinak, sedangkan bila menjalar ke bagian lainnya tergolong tumor ganas. Jenis kanker ini sangat berbahaya, karena apabila kondisinya sudah sangat parah bisa merusak seluruh daerah mulut, tenggorokan hingga leher.

Kanker kelenjar ludah yang kasusnya paling umum adalah karsinoma mukosa (usia penderita 20-50 tahun) dan kanker yang ditemukan pada parotis (usia penderita 40-50 tahun), namun jenis ini pertumbuhannya cukup lambat. Hampir semua penderita kanker kelenjar ludah adalah wanita. Faktor yang menjadi pemicunya, yaitu usia dan riwayat penyakit atau gangguan tertentu.

Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Kelenjar Ludah

Penyebab kanker kelenjar ludah adalah mutasi dan pertumbuhan sel-sel dalam kelenjar ludah yang terjadi dengan sangat cepat, bahkan sel yang sudah waktunya mati akan menggantikan sel-sel sehat. Sel-sel abnormal itulah yang kemudian menjadi tumor dan menginvasi kelenjar ludah. Penyebab sebenarnya dari proses mutasi tersebut belum diketahui, namun beberapa faktor di bawah ini dinilai dapat memicu pertumbuhan kanker di kelenjar ludah:

  1. Faktor usia, sebagian besar kasus kanker kelenjar ludah ditemukan pada orang yang lanjut usia.
  2. Terpapar radiasi, baik dari pengobatan antikanker (kanker leher dan kepala) maupun lingkungan kerja (pabrik karet, pipa, manufaktur asbes serta pertambangan).
  3. Tercemar zat-zar tertentu, seperti nikel dan debu silika.
  4. Terkena virus Epstein Barr dan HIV
  5. Memiliki sindrom sjogren, yang diakibatkan oleh peradangan air liur, air mata dan zat lain.
  6. Pernah mengalami pembedahan perut
  7. Menderita sirosis

Konsumsi tembakau memang dapat memperbesar resiko hampir semua kanker, terutama kanker leher dan kepala. Namun, hal itu tidak berlaku bagi kanker kelenjar ludah, tembakau hanya memicu tumbuhnya Warthin tumor (sejenis tumor jinak pada kelenjar ludah).

Beberapa Gejala Kanker Kelenjar Ludah

Tumor kelenjar ludah bisa merembet ke otot-otot rahang dan kelenjar getah bening sekitar, sehingga berakibat pada wajah dan telinga terasa sakit serta pembengkakan yang terjadi di kelenjar getah bening. Tapi, itu hanya dua di antara semua gejala yang ditimbulkan kanker kelenjar ludah berikut:

  1. Timbul pembengkakan atau benjolan, pada daerah mulut, rahang hingga leher yang disertai rasa sakit pada submandibularis.
  2. Wajah kaku, yang berakibat pada sulitnya membuka mulut serta menelan makanan. Gejala ini terjadi karena melemahnya otot-otot penggerak wajah.
  3. Penderita akan susah menutup mata
  4. Sakit kepala
  5. Infeksi kelenjar ludah
  6. Batu kelenjar ludah
  7. Kelenjar getah bening membengkak

Penderita harus menyadari gejala-gejala kanker kelenjar ludah, walaupun sifatnya ringan. Lebih baik konsultasi ke dokter lebih awal agar mendapatkan hasil diagnosis yang pasti.

Metode Diagnosis Kanker Kelenjar Ludah

Beberapa prosedur ini digunakan untuk memastikan atau mendiagnosis kanker kelenjar ludah:

  1. Pemeriksaan fisik, mengecek ada-tidaknya benjolan pada bagian leher dan rahang.
  2. Tes pencitraan, seperti CT-scan dan MRI-scan berguna untuk mengetahui ukuran, perkembangan dan penyebaran tumor.
  3. Biopsi, mengambil sampel jaringan kelenjar ludah untuk dites di laboratorium.

Hasil diagnosis akan menunjukkan perkembangan dan stadium kanker, mulai dari stadium awal (tumor berukuran kecil yang berada di kelenjar ludah) hingga stadium akhir (sel-sel kanker telah menyebar ke nodus limfa dan bagian-bagian tubuh yang lebih jauh).

Cara Pengobatan Kanker Kelenjar Ludah

Pengobatan kanker kelenjar ludah ditentukan oleh jenis, ukuran serta stadium kanker dan kondisi kesehatan penderita. Ada beberapa jenis pengobatan untuk kanker ini, yaitu pembedahan atau operasi, terapi radiasi dan kemoterapi. Penjelasannya sebagai berikut:

  • Operasi atau pembedahan, yang meliputi:

-    Pengangkatan sebagian kelenjar ludah yang diserang, dilakukan apabila tumor berukuran kecil dan tidak tersembunyi.

-    Pengangkatan kelenjar ludah secara keseluruhan, jika ukuran tumor sudah cukup besar. Jaringan-jaringan di sekitarnya yang telah diinvasi kanker seperti saluran penghubung kelenjar ludah, saraf, tulang dan kulit wajah kemungkinan juga akan diangkat.

-    Pengangkatan nodus limfa pada leher, apabila kanker telah menjalar ke bagian tersebut.

-    Operasi atau bedah rekonstruksi, bertujuan untuk mengganti atau memperbaiki saraf, kulit dan tulang yang telah diangkat. Kemungkinan penderita akan menjalani cangkok kulit, syaraf atau jaringan dari bagian tubuh lain untuk merekonstruksi daerah rahang, mulut dan tenggorokan.

  • Terapi radiasi, melenyapkan sel-sel kanker dengan sinar radiasi berkekuatan tinggi. Terapi radiasi dapat dilakukan sebagai alternatif apabila operasi tidak mungkin dijalankan dan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa.
  • Kemoterapi, penanganan kanker kelenjar ludah dengan obat-obatan tertentu. Kemoterapi hanya dilakukan pada kanker yang telah memasuki tahap lanjutan.

Masing-masing metode pengobatan kanker kelenjar ludah, terutama terapi radiasi dan kemoterapi memiliki efek samping, seperti kulit kering, memerah dan gatal-gatal, kehilangan ludah, tenggorokan sakit, jenggot tidak dapat tumbuh, nafsu makan berkurang, kelelahan dan rambut rontok. Jadi, lebih baik penderita mendiskusikan masalah tersebut dengan dokter sebelum menjalani pengobatan kanker kelenjar ludah tertentu.

Tips Mengatasi Efek Samping Pengobatan Kanker Kelenjar Ludah

Setelah menjalani pengobatan kanker kelenjar ludah, kemungkinan penderita akan mengalami efek samping, seperti kelelahan, xerostomia atau mulut kering, infeksi mulut, gigi berlubang dan masalah-masalah mulut lainnya. Sehingga, hal itu sangat mengganggu penderita terutama saat beraktifitas, mengunyah dan menelan makanan serta berbicara. Tapi, ada beberapa tips yang mungkin bisa mengatasinya, yaitu:

  1. Perbanyak konsumsi air putih dan mengulum permen tanpa gula, agar mulut selalu basah.
  2. Kurangi makanan yang asam dan pedas
  3. Pilih makanan basah, atau makanan kering yang dilembabkan dengan kaldu, susu, saus, kecap dan sebagainya.
  4. Sikat gigi lebih dari dua kali sehari, menggunakan sikat yang lembut. Tapi, sebelum menjalaninya, penderita harus konsultasi dengan dokter dulu.
  5. Menggunakan air hangat yang dicampur garam, untuk membilas mulut sesudah makan.
  6. Akupuntur, yaitu pengobatan tradisional dengan memasukkan jarum-jarum tipis pada kulit penderita untuk mengatasi kelelahan.
  7. Terapi pijat, dengan menekan kulit dan otot.
  8. Relaksasi, supaya penderita lebih santai.

Presentase harapan hidup penderita kanker kelenjar ludah stadium awal hingga sepuluh tahun adalah 90%. Sedangkan pada stadium lanjut, dimana kanker telah menyebar ke nodus limfa, harapan hidup penderita hanya 20% lebih. Jangan berhenti memantau perkembangan kanker setelah menjalani pengobatan, karena penderita tidak tahu apakah terjadi kekambuhan atau tidak. Lakukan pemeriksaan secara rutin dan apabila kekambuhan kanker terdeteksi, segera jalani pengobatan-pengobatan tertentu sesuai anjuran dokter.


Artikel Terkait


Blog, Updated at: 16.00

0 komentar:

Posting Komentar