Cari Tahu Apa Itu Kanker Tonsil, Penyebab, Gejala, Dan Cara Mengobatinya Secara Lengkap – Kanker tonsil adalah jenis kanker yang menginvasi organ pengontrol masuknya virus atau kuman ke dalam tubuh. Penyakit yang juga dikenal dengan nama kanker amandel ini kerap menimpa perokok aktif dan peminum minuman beralkohol, baik wanita maupun pria. Namun, kasus kanker tonsil lebih banyak ditemukan pada pria.
Kanker tonsil dapat
bermula dari ketidakmampuan amandel dalam menahan infeksi virus dan bakteri. Akibatnya
seseorang bisa menderita tonsilitis (radang
amandel). Virus yang sering
menyebabkan tonsilitis adalah pneomokokus, stafilokokus sp, dan hemofilus influenza. Tidak hanya
menyerang amandel, kanker tonsil juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh yang
lain. Oleh karena itu, kanker ini tergolong ganas dan berbahaya.
Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Tonsil
Adanya pertumbuhan dan mutasi sel-sel pada amandel seseorang menjadi pemicu tumbuhnya tumor tonsil yang dapat berkembang menjadi kanker ganas. Akan tetapi, sampai saat ini belum diketahui penyebab proses mutasi sel tersebut. Walaupun demikian, para ahli mengatakan bahwa ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicunya, yaitu:
- Faktor usia, para lansia yang berusia 50-70 tahun lebih beresiko terkena kanker tonsil.
- Jenis kelamin, kanker tonsil lebih sering menyerang pria daripada wanita. Hal itu berhubungan dengan kebiasaan-kebiasaan tertentu, seperti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol.
- Infeksi HPV (Human papilloma virus), namun harapan hidup penderita kanker tonsil yang berkaitan dengan virus ini lebih baik, dibandingkan yang berhubungan dengan rokok dan minuman keras.
- Melakukan oral seks
Faktor resiko
kanker tonsil di atas perlu diwaspadai, terutama bila pembaca mengalami
gejala-gejala yang terkait.
Gejala-gejala Kanker Tonsil
Tanda-tanda kanker tonsil yang paling umum adalah nyeri di tenggorokan seperti gejala ketika seseorang akan flu. Sehingga, kadang penderita mengabaikannya begitu saja tanpa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan. Padahal, bila dibiarkan terus-menerus, rasa nyeri tersebut akan semakin parah diikuti dengan gejala-gejala lain yang muncul seperti:
- Sakit ketika menelan makanan
- Tenggorokan kering dan terasa ada yang mengganjal
- Tubuh demam dan menggigil
- Batuk dan pilek
- Suara terdengar parau
- Bau mulut
- Mual
- Sakit kepala
- Badan lemas
- Perut terasa nyeri
- Otot terasa nyeri
- Kelenjar getah bening di bagian leher membengkak
- Mendengkur ketika tidur, tapi itu bukan hal yang sering terjadi sebelum penderita mengidap kanker tonsil
- Semakin besarnya amandel
- Amandel berwarna merah dan berbintik-bintik putih
Rasa nyeri yang
dialami penderita kanker tonsil umumnya terasa pada tenggorokan, namun
seringkali merembet ke telinga. Pembengkakan leher yang diakibatkan oleh metastasis kanker ke nodus limfa juga kadang muncul sebelum
tanda-tanda lain dirasakan penderita.
Proses Diagnosis Kanker Tonsil
Umumnya, kemunculan kanker tonsil ditandai dengan adanya pembengkakan atau benjolan di sekitar leher. Benjolan tersebut menjadi tanda bahwa sel-sel kanker telah menyerang nodus limfa di leher. Apabila mengalami hal tersebut, pembaca harus segera berkonsultasi ke dokter dan meminta pemeriksaan diagnosis seperti:
- Biopsi, pengambilan sampel jaringan tonsil yang dicurigai kanker untuk dites di bawah mikroskop
- Laringoskopi, pemeriksaan bagian belakang tenggorokan, laring serta pita suara dengan alat yang bernama laringoskop.
- Bronkoskopi, memvisualisasikan trakea serta bronkus dengan bronkoskop untuk melihat kelainan di dalamnya.
- Esofagoskopi, pemeriksaan dinding, bentuk lumen dan isi lumen esophagus dengan alat esofagoskop.
Laringoskopi, bronkoskopi dan esofagoskopi adalah pemeriksaan lanjutan
terhadap kanker tonsil. Ketiganya dilakukan karena kanker tonsil adalah
penyakit yang berhubungan dengan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman
beralkohol.
Tahapan atau Stadium Kanker Tonsil
Setelah melalui proses diagnosis, penderita akan diminta untuk menunggu hasilnya. Hasil diagnosis tersebut menunjukkan apakah penderita mengidap kanker tonsil atau tidak serta seberapa jauh perkembangannya yang diurutkan dalam stadium berikut:
- Stadium 1, pada tahap ini ukuran tumor mencapai 7 cm atau lebih dan telah menginvasi amandel hingga mengakibatkan penderita merasa sakit ketika berbicara atau menelan makanan.
- Stadium 2, ukuran tumor telah menjadi lebih besar dan tidak hanya mengakibatkan penderita kesulitan menelan makanan, tapi juga kehilangan selera makan. Itu yang menyebabkan berat badan turun secara drastis.
- Stadium 3, organ dan jaringan yang berada di sekitar tonsil atau nodus limfa telah diserang sel-sel kanker.
- Stadium 4, kanker telah metastasis ke jaringan-jaringan di seluruh tubuh, tak terkecuali jaringan pusat (otak)
Di beberapa kasus
kanker tonsil, penderita yang telah sampai pada stadium 4 dan divonis harapan
hidupnya tidak lama lagi masih bisa bertahan asalkan konsisten menjalani
pengobatan. Namun, pengobatan itu harus dijalani seumur hidup atau hingga
kanker dinyatakan sembuh.
Metode Pengobatan Kanker Tonsil
Stadium kanker tonsil menentukan penanganan yang tepat untuk mengobatinya. Ada beberapa metode pengobatan yang dipilih penderita, seperti operasi dan terapi-terapi radiasi. Penjelasannya sebagai berikut:
- Operasi, pengangkatan tumor, nodus limfa dan beberapa bagian rahang. Operasi kanker tonsil dinilai sebagai pengobatan yang paling baik, karena selain singkat dan tidak menyebabkan sakit yang menahun, efek sampingnya pun tidak ada. Hanya saja, operasi tersebut meninggalkan bekas luka yang tidak dapat hilang.
- Terapi radiasi, memancarkan sinar radiasi langsung ke tumor yang ada di bagian rahang dan leher. Terapi radiasi bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa pasca-operasi.
- Terapi infra merah, memanasi tumor tonsil di leher untuk melancarkan peredaran darah.
Pengobatan terapi
radiasi dan infra merah bisa dijalani penderita setelah operasi atau ketika
didiagnosis, kanker telah berada di stadium lanjut. Kedua pengobatan tersebut
tidak meninggalkan bekas luka, namun menimbulkan efek samping berupa kelelahan,
rambut rontok, mual dan kehilangan nafsu makan.
Tindakan Pencegahan Kanker Tonsil
Faktor resiko kanker tonsil memang tidak dapat dicegah secara keseluruhan, namun bisa diminimalisir dengan:
- Minum air putih 7-8 liter/hari
- Menghindari makanan dan minuman yang terlalu dingin atau panas
- Meninggalkan makanan yang mengandung pemanis buatan, penyedap rasa dan lemak jenuh berlebihan
- Mengurangi konsumsi makanan yang rasanya asam dan pedas
- Tidak mengkonsumsi minuman bersoda atau bergas
- Mengkonsumsi vitamin C
- Menghindari rokok dan minuman beralkohol
- Menghindari obat-obatan pereda rasa sakit
Kanker tonsil
tergolong jenis penyakit yang berbahaya, namun bila diketahui sejak dini dan
langsung diangkat melalui prosedur operasi, penderita bisa mendapatkan prognosis yang baik. Sayangnya, pada
beberapa kasus kanker tonsil baru diketahui ketika muncul benjolan di leher,
yang mana menandakan kanker telah menyebar ke nodus limfa. Itu cukup mengkhawatirkan, terutama bagi pembaca yang
mengabaikan gejala-gejala yang muncul. Untuk mengantisipasi hal ini, pembaca
harus memahami gejala-gejala kanker tonsil dan mengurangi faktor resikonya
dengan menerapkan pola hidup sehat.

0 komentar:
Posting Komentar