Tahukah Anda Apa Itu Kanker Kandung Empedu, Gejalanya, dan Cara Mengobatinya?

Posted by

Tahukah Anda Apa Itu Kanker Kandung Empedu, Gejalanya, dan Cara Mengobatinya?

Tahukah Anda Apa Itu Kanker Kandung Emped, Gejalanya dan Cara Mengobatinya? –
Kandung empedu adalah salah satu organ tubuh yang terletak di perut kanan atas. Organ yang bentuknya mirip buah pir tersebut berfungi sebagai penampung empedu yang diproduksi hati. Sama dengan organ tubuh yang lain, kandung empedu juga beresiko terserang sel-sel kanker. Hal itu disebabkan oleh adanya mutasi sel-sel abnormal pada kandung empedu yang terjadi secara terus menerus.

Tapi, kanker kandung empedu tergolong jenis kanker yang langka, sehingga peluang kejadiannya sangat kecil. Meskipun demikian, jumlah penderita kanker kandung empedu terus meningkat hingga saat ini. Umumnya, kanker ini menyerang wanita yang lanjut usia dan memiliki riwayat-riwayat penyakit pada kandung empedu.

Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Kandung Empedu

Penyebab utama kanker kandung empedu adalah perubahan dan pertumbuhan sel-sel secara tidak terkendali pada kandung empedu. Sel-Sel abnormal tersebut bisa bergabung menjadi tumor yang menginvasi daerah kandung empedu secara keseluruhan dan organ-organ tubuh lain. Pemicu proses mutasi tersebut adalah faktor-faktor berikut ini:

  1. Usia semakin tua, 60 tahun ke atas
  2. Jenis kelamin, wanita dua kali lebih beresiko dibanding pria.
  3. Pernah menderita batu kandung empedu, resikonya mencapai 30 kali lipat lebih besar.
  4. Memiliki riwayat penyakit kanker kandung empedu
  5. Memiliki polip kandung empedu, yang berukuran 1 cm atau lebih.
  6. Pengerasan kandung empedu, yang berakibat pada pertumbuhan tumor dengan resiko mencapai 20%.
  7. Terkena salmonellosis kronis
  8. Pergantian hormon pada wanita hamil
  9. Konsumsi makanan-makanan yang tidak sehat secara berlebihan, seperti gorengan, makanan pedas,  berlemak serta berkolesterol dan berbahan pengawet
  10. Terlalu sering merokok dan minum minuman beralkohol
  11. Terpapar bahan kimia yang digunakan pada pabrik karet dan logam, seperti dimetilazobenzen serta nitrosamin.
  12. Obesitas

Faktor-faktor resiko kanker kandung empedu akan meningkat apabila seseorang pernah atau sedang mengidap penyakit tertentu pada organ tersebut dan tidak menjalankan hidup sehat.

Gejala-gejala Kanker Kandung Empedu

Penyakit kanker kandung empedu tidak menunjukkan gejala-gejala yang signifikan bagi penderitanya. Sebab, gejala kanker kandung empedu hampir sama dengan tanda-tanda penyakit lain, sehingga penderita kurang menyadarinya. Di bawah ini adalah beberapa gejala yang biasanya dikeluhkan penderita:

  1. Perut bagian atas terasa nyeri
  2. Perut kembung
  3. Punggung bagian atas terasa sakit
  4. Benjolan pada perut kanan atas
  5. Pembengkakan limpa dan hati
  6. Lingkar perut membesar
  7. Demam
  8. Mual dan muntah
  9. Menderita penyakit kuning
  10. Gatal-gatal hebat, yang sulit disembuhkan
  11. Jaundice, perubahan warna kulit dan mata menjadi kuning.
  12. Nafsu makan berkurang
  13. Berat badan menurun secara tiba-tiba

Metode Diagnosis Kanker Kandung Empedu

Proses diagnosis kanker kandung empedu dinilai cukup sulit, mengingat tidak ada gejala atau tanda-tanda yang signifikan. Apalagi letak kandung empedu cukup dalam dan tersembunyi, sehingga memudahkan sel-sel kanker tumbuh dengan leluasa dan tak terdeteksi. Umumnya, pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan dokter terhadap penderita adalah:

  1. Tes darah, untuk mengecek kadar bilirubin serta fungsi hati dan mengetahui penyebab gejala kanker kandung empedu.
  2. USG, bertujuan untuk mengukur lesi di kandung empedu, mendeteksi pertumbuhan dan penyebaran kanker ke nodus limfa dan organ hati.
  3. PET-CT, memeriksa keberadaan lesi pada kandung empedu dan bagian-bagian tubuh lain.
  4. CT-scan, diterapkan setelah pemeriksaan USG karena hasilnya dinilai cukup baik. Namun, sebenarnya tujuan USG dan CT-scan sama, yaitu menampilkan gambar kandung dan saluran empedu, hati serta organ lainnya.
  5. MRI-scan, diterapkan terutama bagi penderita sakit kuning obstruktif. MRI-scan bertujuan untuk mengetahui tingkat penyebaran kanker ke organ hati.
  6. Pemeriksaan saluran empedu, dengan suntikan pewarna diikuti tes pencitraan seperti CT-scan atau MRI-scan. Melalui pemeriksaan tersebut, akan terlihat ada-tidaknya penyumbatan pada saluran empedu.
  7. Laparoskopi, menyayat bagian perut lalu memasukkan kamera kecil untuk memeriksa jaringan-jaringan di sekeliling kandung empedu.

Jika hasil diagnosis kanker kandung empedu positif, dokter akan mengetahui stadium kanker berdasarkan ukuran tumor, perkembangan serta penyebarannya. Bila diurutkan, stadium kanker kandung empedu tersebut seperti:

  1. Stadium 1, sel-sel kanker masih berada di lapisan kandung empedu.
  2. Stadium 2, sel-sel kanker telah menembus kandung empedu dan kemungkinan menyerang bagian-bagian di sekitarnya.
  3. Stadium 3, kanker kandung empedu telah menjalar ke nodus limfa, hati, perut, usus kecil atau organ-organ terdekat lainnya.
  4. Stadium 4, tahap dimana sel-sel kanker telah ber-metastasis atau menyebar ke jaringan-jaringan tubuh yang lebih jauh.

Stadium kanker kandung empedu digunakan dokter sebagai penentu metode pengobatan yang harus dijalani penderita. Masing-masing stadium harus ditangani dengan pengobatan yang sesuai, baik pengobatan tunggal maupun kombinasi.

Pengobatan Kanker Kandung Empedu

Untuk menentukan pengobatan kanker kandung empedu yang tepat, dokter akan melihat hasil diagnosis penderita. Sebab, masing-masing stadium kanker mendapatkan pengobatan yang berbeda, seperti:

  1. Kolesistektomi, pengangkatan kandung empedu melalui proses operasi. Kolesisistektomi hanya berlaku pada kanker kandung empedu stadium awal.
  2. Operasi lain, pengangkatan kandung empedu, saluran empedu serta beberapa bagian hati. Operasi ini dilakukan apabila penyebaran kanker telah sampai di bagian-bagian tersebut.
  3. Terapi radiasi, memusnahkan sel-sel kanker dengan bantuan sinar radiasi bertenaga tinggi. Terapi radiasi dilakukan untuk mengecilkan tumor agar mudah diangkat. Tapi, pengobatan ini dilakukan pada kanker kandung empedu stadium lanjut.
  4. Kemoterapi, yaitu penggunaan obat-obatan melalui injeksi maupun pil untuk membunuh sel-sel kanker dan menghambatnya tumbuh kembali. Akan tetapi, kemoterapi bukan bertujuan untuk menyembuhkan kanker, melainkan hanya meredakan rasa sakit yang diakibatkannya, terutama di stadium lanjut.

Prognosis kanker kandung empedu akan sangat baik bila terdiagnosis sejak awal. Sayangnya, sebagian besar kasus kanker kandung empedu terlambat didiagnosis, sehingga probabilitas kesembuhan penderita terbilang cukup buruk (harapan hidup kurang dari 5% hingga 5 tahun ke depan). Bahkan, di antara semua kasus, 80% di antaranya mengalami kematian. Namun, harapan hidup penderita akan meningkat menjadi 90% dalam 5 tahun ke depan apabila kanker terdeteksi sejak awal dan diberikan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 16.00

0 komentar:

Posting Komentar