Mengetahui Apa Itu Karsinoma Sel Skuamosa, Gejalanya, dan Pengobatannya Secara Lengkap

Posted by

Mengetahui Apa Itu Karsinoma Sel Skuamosa, Gejalanya, dan Pengobatannya Secara Lengkap
Mengetahui Apa Itu Karsinoma Sel Skuamosa, Gejalanya, dan Pengobatannya Secara Lengkap – Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker kulit jinak atau non-melanoma yang tumbuh dan berkembang di sel skuamosa, yaitu sel yang datar, tipis dan membentuk lapisan kulit bagian luar. Penyebabnya adalah paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang.

Umumnya, karsinoma sel skuamosa tumbuh di sekitar bibir, telinga, punggung tangan, alat kelamin, anus dan bagian-bagian kulit yang ber-sel skuamosa. Kanker ini dapat menjalar hingga ke tulang, nodus limfa atau jaringan sekitar, meskipun perkembangannya dinilai cukup lamban. Bila kanker telah metastasis, kemungkinan sulit ditangani dan penderita beresiko terkena komplikasi yang lebih serius.

Penyebab dan Faktor Resiko Karsinoma Sel Skuamosa

Mutasi dan pertumbuhan sel skuamosa menjadi sel-sel kanker dianggap sebagai penyebab karsinoma sel skuamosa. Akan tetapi, para ahli belum mengetahui penyebab dibalik mutasi sel tersebut. Walaupun demikian, ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu proses mutasi sel kanker ini, di antaranya:

  1. Usia, semakin tua usia seseorang, resiko karsinoma sel skuamosa akan semakin meningkat.
  2. Keturunan, memiliki keluarga yang pernah mengidap kanker kulit sejenis.
  3. Riwayat penyakit kanker kulit, kanker darah dan limfoma
  4. Sering terpapar sinar ultraviolet, apalagi bila tidak menggunakan tabir surya atau pakaian penutup.
  5. Pernah berjemur lama di bawah sinar matahari, terutama ketika masih anak-anak.
  6. Sempat mengalami actinik keratosis
  7. Memiliki warna kulit terang, akibat pigmen yang lebih sedikit daripada kulit gelap. Semakin sedikit pigmen yang dimiliki kulit, semakin kurang pula perlindungannya terhadap sinar ultraviolet.
  8. Berambut merah atau pirang
  9. Warna mata terang
  10. Sering menggunakan penghitam kulit, atau tanning bed.  
  11. Lemahnya sistem kekebalan tubuh, akibat sering mengkonsumsi obat imunosupresan.
  12. Memiliki sindrom-sindrom penyebab kanker kulit, seperti Gorlin atau albinisme.

Gejala Karsinoma Sel Skuamosa

Seperti kanker kulit lainnya, gejala karsinoma sel skuamosa cukup mudah dikenali. Hal itu dikarenakan gejalanya bisa diamati langsung di area kulit yang terserang, yakni:

  1. Kulit memerah dan bersisik
  2. Munculnya koreng, di bekas luka, kulit yang lecet atau bagian lainnya. Koreng tersebut semakin lama akan berubah menjadi benjolan yang berdarah.
  3. Bercak kemerahan yang bersisik, timbul di dinding rongga mulut atau bibir.

Waspadai koreng yang tak kunjung sembuh lebih dari delapan minggu, karena itu bisa mengindikasi karsinoma sel skuamosa. Kenali gejala-gejala lainnya dan segera konsultasi dengan dokter bila terdapat perubahan yang tidak biasa pada kulit pembaca.

Metode Diagnosis Karsinoma Sel Skuamosa

Untuk mempermudah proses diagnosis, penderita harus menceritakan gejala dan riwayat kesehatan yang dialami diri pribadi maupun keluarga. Setelah itu, dilakukanlah pemeriksaan-pemeriksaan di bawah ini:

  1. Pemeriksaan fisik, memeriksa dan mengamati koreng yang muncul di kulit penderita.
  2. Biopsi, harus dijalani penderita apabila dokter mencurigai adanya karsinoma sel skuamosa pada pemeriksaan fisik. Sampel koreng akan diambil dan diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Hasil biopsi akan menunjukkan seberapa kuat pertumbuhan, perkembangan dan penyebaran kanker yang menjadi penentu stadium-stadiumnya seperti di bawah ini:

  1. Stadium 0, ukuran tumor masih sangat kecil dan belum ada tanda-tanda penyebarannya.
  2. Stadium 1, ukuran tumor sudah lebih besar sekitar 2 cm, namun belum menyebar.
  3. Stadium 2, ukuran tumor sekitar 2-5 cm dan masih berada di area kulit yang diserang.
  4. Stadium 3, tumor telah mengenai lapisan yang berada di bawah kulit. Ada kemungkinan tumor tersebut juga menyebar ke nodus limfa terdekat.
  5. Stadium 4, tumor telah menjalar ke sebagian nodus limfa dan ber-metastasis ke organ-organ yang lebih jauh.

Diagnosis harus dilakukan lebih awal, ketika gejala-gejala karsinoma sel skuamosa yang muncul masih belum terlalu parah. Agar pertumbuhan tumor bisa dihambat dan dihapus melalui operasi.

Pengobatan Karsinoma Sel Skuamosa

Prognosis penderita karsinoma sel skuamosa akan lebih baik apabila kanker terdeteksi sejak awal. Karena ukuran tumor masih kecil dan belum menyebar ke organ-organ sekitar, sehingga pengobatan tidak terlalu sulit. Berikut ini beberapa metode pengobatan yang biasa dijalani penderita karsinoma sel skuamosa:

  1. Salep atau obat krim, untuk kanker yang belum terlalu parah.
  2. Electrodesiccation dan kuret, pengangkatan dan pembakaran dasar tumor menggunakan jarum listrik. Pengobatan jenis ini seringkali dipakai pada karsinoma sel skuamosa stadium awal.
  3. Cryosurgery, pembekuan sel-sel kanker menggunakan nitrogen cair.
  4. Terapi laser, untuk melenyapkan sel-sel kanker.
  5. Kemoterapi dengan obat oles
  6. Radioterapi, membunuh sel-sel kanker dengan sinar-X. Radioterapi biasanya dilakukan apabila penderita tidak mungkin menjalani operasi.
  7. Terapi photodynamic, menghancurkan sel-sel kanker dengan gabungan obat-obatan photosensitizing dan sinar khusus. Dokter akan mengoleskan obat cair pada kulit penderita agar sensitif pada sinar khusus yang dipancarkan selama terapi.
  8. Eksisi sederhana, pemotongan jaringan kanker serta margin kulit yang normal.
  9. Bedah Mohs, pengangkatan lapisan kanker dan perlapisnya akan diteliti lebih lanjut. Proses tersebut terus dilakukan hingga sel-sel kanker tidak ditemukan lagi.
  10. Mengangkat nodus limfa, bila kanker telah menyebar.

Masing-masing metode pengobatan memiliki resiko atau efek samping tersendiri. Jadi, penderita harus berkonsultasi dengan keluarga dan dokter mengenai pengobatan apa yang harus dipilih. Diharapkan dengan pengobatan yang tepat, prognosis yang didapatkan cukup memuaskan.

Penyebab karsinoma sel skuamosa yang tidak begitu jelas membuat tindakan pencegahan kurang efektif. Akan tetapi, pembaca bisa meminimalisir faktor resikonya dengan menghindari paparan sinar ultraviolet terlalu sering, terutama di jam 11 siang-3 sore. Selalu pakai tabir surya dengan SPF 15 serta yang melindungi kulit dari sinar UV A (untuk orang dewasa) dan SPF 30 (untuk anak-anak serta pemilik kulit terang). Jangan lupa mengamati kulit leher, dada, lengan, tangan dan seluruh bagian kaki secara teliti untuk menemukan sesuatu yang abnormal dengan segera.

Artikel Terkait


Blog, Updated at: 04.00

0 komentar:

Posting Komentar