Pengertian Apa Itu Kanker Adrenal, Penyebab, Gejala, dan Cara Pengobatannya– Kelenjar adrenal adalah organ endokrin yang berfungsi menghasilkan hormon pemberi perintah sebagian besar organ serta jaringan tubuh, seperti aldosteron, hidrokortison dan kortikosteron, androgenik steroid, serta adrenalin dan noradrenalin. Kelenjar yang terletak di dekat ginjal tersebut berbentuk segitiga dengan ukuran yang sangat kecil.
Meskipun berukuran
kecil, kelenjar adrenal dapat menjadi ‘hunian’ bagi bermacam-macam tumor, mulai
dari yang kecil (diameter 1-3 cm) hingga besar (diameter 3 cm lebih).
Tumor-tumor tersebut bentuknya juga bervariasi, ada yang mirip kacang, melon,
apel, buah plum hingga bantal. Tumor
adrenal bersifat jinak (non-kanker),
seperti pheochromocytoma atau adenoma, namun ada pula yang berkembang
menjadi ganas.
Penderita kanker
adrenal di Indonesia tidak terlalu banyak, walaupun jumlahnya meningkat seiring
pergantian tahun. Itu yang membuat kemunculan kanker jenis ini harus
diwaspadai. Apabila terdiagnosis lebih awal, prognosis kanker adrenal jauh lebih baik. Sebaliknya, bila telah
menjalar ke organ-organ sekitar, pengobatan yang dijalani penderita bisa jadi
tidak efektif. Sebab, pengobatan tersebut hanya bertujuan untuk menghambat
perkembangan serta kekambuhan kanker.
Jenis-jenis Kanker Adrenal
Kanker adrenal terbagi menjadi tiga jenis, yaitu adrenokortikal karsinoma, pheochromocytoma dan neuroblastoma. Masing-masing jenis kanker tersebut akan dijelaskan di bawah ini:
- Adrenokortikal karsinoma, yaitu jenis kanker adrenal yang umumnya muncul di lapisan luar kelenjar adrenal. Apabila diperiksa dengan CT-scan, akan terlihat ukuran tumor lebih dari 5 cm dan bentuknya tidak teratur dengan bagian tepi blur. Penderita adrenokortikal karsinoma biasanya orang dewasa yang berusia 40 tahun ke atas.
- Pheochromocytoma, yaitu kanker adrenal yang muncul dari sel-sel penghasil adrenalin atau epinefrin dan noradrenalin atau norepinefrin di medula adrenal. CT-scan yang dilakukan menunjukkan kepadatan tumor tidak rata, ukuran sisi satu dengan lainnya tidak sama dan terjadi pendarahan. Pheochromocytoma merupakan jenis kanker adrenal yang cukup langka dan umumnya diidap oleh orang yang berusia 30-40 tahun.
- Neuroblastoma, kanker adrenal yang tumbuh di medula adrenal dan biasanya menyerang neuroblasts (sel syaraf yang belum matang). Massa tumor neuroblastoma tidak teratur dan kepadatannya tidak rata, bila dilakukan CT-scan akan terlihat jaringan otot yang cukup rendah dan kistik yang menimbulkan pendarahan. Neuroblastoma umumnya diderita bayi serta anak-anak. Gejala yang ditimbulkan adalah nyeri pada perut dan tulang.
Apa Penyebab dan Faktor Resiko Kanker Adrenal?
Kemunculan kanker adrenal dipicu oleh bermacam-macam gangguan yang terjadi di dalam tubuh. Umumnya, gangguan-gangguan tersebut berasal dari sistem metabolisme dan penyebaran kanker dari organ tubuh lain yang didukung dengan faktor-faktor resiko berikut:
- Mutasi dan pertumbuhan sel abnormal pada kelenjar adrenal.
- Hormon adrenalin diproduksi secara berlebihan. Tumor adrenal bersifat fungsional, sehingga dapat memproduksi banyak hormon adrenalin. Kelebihan hormon tersebut dapat memicu pertumbuhan kanker adrenal. Namun, hal itu tidak terjadi pada tumor adrenal yang non-fungsional.
- Ketidakstabilan hormon, misalnya seorang pria memproduksi hormon estrogen yang terlalu banyak. Akibatnya, pria tersebut bisa memiliki payudara dan sifat seperti wanita.
- Gangguan auto imun, dapat merangsang pertumbuhan sel tumor baru. Hal itu disebabkan oleh ketidakstabilan sistem metabolisme tubuh.
- Penyakit TBC, yang terjadi di jaringan adrenal. TBC bisa menyebabkan fungsi kelenjar adrenal menurun.
- Metastasis kanker, dari bagian tubuh lainnya. Namun, faktor resiko kanker adrenal ini presentasenya hanya 25% saja.
Gejala Kanker Adrenal Lengkap
Di tahap-tahap awal, gejala yang ditimbulkan kanker adrenal tidak begitu jelas. Sehingga, sulit sekali bagi penderita untuk mengenalinya. Gejala-gejala kanker adrenal tersebut seperti:
- Vagina mengalami pendarahan, tapi terjadi ketika wanita telah memasuki masa menopause.
- Kortisol meningkat, menyebabkan penderita terserang cushing syndrom yang berdampak pada tekanan darah tinggi, obesitas, osteoporosis, batu ginjal, pertumbuhan rambut tak terkendali dan haid tidak lancar.
- Aldosteron, yaitu gejala kanker adrenal yang ditandai dengan naiknya tekanan darah, kelumpuhan otot, paresthesia (rasa sakit pada lengan, tungkai dan kaki), nokturia serta poliuria (rasa haus yang berlebihan).
- Gangguan gonad, yang disebabkan oleh kanker adrenokortikal. Kondisi ini ditandai dengan membesarnya alat kelamin dan kelainan pseudohermafroditisme yang membuat wanita terlihat seperti pria.
- Fungsi endokrin berubah, yang mengindikasi pertumbuhan tumor. Perubahan tersebut berakibat pada tidak terkontrolnya sistem metabolisme.
Karena kanker
adrenal tidak memunculkan gejala-gejala yang signifikan, untuk mengatasinya
pembaca perlu melakukan medical check up secara rutin. Supaya tumor terdeteksi sejak awal dan penentuan
metode pengobatan oleh dokter tidak sulit.
Mendiagnosis Kanker Adrenal
Walaupun mengalami gejala-gejala kanker adrenal, belum tentu seseorang menderita penyakit tersebut. Bisa jadi gejala yang muncul diakibatkan oleh gangguan tubuh lainnya. Diagnosis berikut perlu dilakukan untuk memastikan penyebab dari gejala-gejala yang dirasakan penderita:
- Tes darah dan urine, memastikan keberadaan sel-sel abnormal dalam tubuh.
- Pemeriksaan ultrasonik, meliputi skrining tumor adrenal yang bertujuan untuk mendeteksi ukuran, perkembangan dan penyebaran kanker.
- CT-scan, proses diagnosis kanker adrenal untuk mengetahui ukuran dan volume tumor.
- MRI-scan, menampilkan gambar yang lebih detail daripada CT-scan. MRI-scan dilakukan terutama untuk kanker adrenal pheochromocyoma, karena kanker adrenal jenis tersebut tidak dapat dideteksi dengan CT-scan.
Selanjutnya dokter
akan menentukan tahapan kanker (apabila hasil diagnosis positif) dan langkah
pengobatan apa yang bisa dipilih penderita.
Langkah-langkah Pengobatan Kanker Adrenal
Menangani suatu penyakit, terutama kanker tidak boleh main-main. Karena metode pengobatan kanker untuk penderita dipilih berdasarkan usia dan kesehatan penderita serta letak, ukuran dan penyebaran tumor. Untuk kanker adrenal sendiri, langkah-langkah pengobatan yang harus ditempuh penderita adalah:
- Operasi, mengangkat tumor di dalam kelenjar adrenal dan kelenjar getah bening sekitar (bila tumor telah menjalar ke sana). Penderita perlu menjalani pemeriksaan patologis untuk melihat sejauh mana metastasis tumor adrenal. Namun, jika tumor di bagian-bagian tersebut diangkat, kemungkinan penderita akan merasakan efek obat kemoterapi lebih tinggi dari biasanya.
- Kemoterapi, dijalani penderita kanker adrenal tahap akhir. Apabila kemoterapi diberikan pada tahap awal, penderita akan mengalami efek samping berupa gangguan sistem imun yang berakibat pada tingkat keparahan kanker.
- Radioterapi, adalah langkah pengobatan paling tepat untuk kanker adrenal yang telah ber-metastasis ke bagian tubuh lain, seperti nodus limfa (kepekaannya terhadap sinar radioterapi cukup tinggi). Metode radioterapi yang dilakukan pada umumnya adalah radioterapi conformal dan radioterapi stereotactik yang dikombinasikan untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
- Pengobatan invasif, seperti RFA, cryosurgery dan sebagainya dikhususkan bagi penderita kanker adrenal yang kambuh setelah menjalani operasi. Pengobatan invasif paling tepat, karena menyisakan luka yang tidak lebar, kesembuhan lebih cepat dan efek pengobatan tidak begitu terasa.
Belum ada tindakan
pencegahan kanker adrenal yang benar-benar jelas. Namun, faktor resiko kanker
adrenal dapat dikurangi dengan lebih banyak istirahat agar sistem imun tetap
kuat dan mengurangi makanan-makanan yang pedas, berlemak, kolesterol tinggi,
berbahan pengawet dan sejenisnya. Merawat tubuh dengan baik agar sistem imun
tidak mudah terserang infeksi juga tidak boleh ditinggalkan.

0 komentar:
Posting Komentar