Kupas Tuntas Apa Itu Kanker Prostat, Penyebab, Diagnosis, dan Ciri-cirinya – Prostat adalah bagian dari sistem
reproduksi pria yang terletak di bawah kandung kemih, tepatnya di depan rektum.
Kelenjar kecil yang berada di panggul pria tersebut mengelilingi saluran yang
mengalirkan urine dari kandung kemih ke penis (uretra). Prostat dapat menghasilkan cairan penyubur dan pelindung
sperma yang dikeluarkan menuju uretra saat
terjadi ejakulasi. Cairan tersebutlah yang mengalir bersama sperma (sebagai air
mani).
Seperti organ tubuh lainnya, prostat juga dapat menjadi tempat tumbuh kanker atau tumor ganas. Kanker prostat biasanya menyerang pria yang berusia lebih dari 70 tahun. Penyebabnya sendiri belum diketahui, namun penelitian menunjukkan adanya kaitan antara meningkatnya hormon testosteron dan diet tinggi lemak. Kanker prostat sendiri umumnya tidak bergejala, karena penyebarannya cukup lambat. Tapi, ada pula yang sifatnya ganas dan menyebar dengan cepat.
Banyaknya kasus kanker prostat yang menimpa pria, membuat jenis kanker tersebut berada di posisi kedua. Kurang lebih 1 juta pria di penjuru dunia terdiagnosis kanker prostat, bahkan di tahun 2012 lalu penyakit ini memakan korban sebanyak 307.000 orang. Pada tahun yang sama, ada tiga belas ribu kasus kanker prostat yang terjadi di Indonesia.
Apa Penyebab Kanker Prostat?
- Faktor usia, kanker prostat lebih sering menimpa pria berusia 70 tahun ke atas, dibanding usia-usia di bawahnya.
- Ras negroid, kanker prostat rawan menyerang pria berkulit hitam
- Keturunan, jika anggota keluarga memiliki riwayat kanker prostat atau kanker payudara, besar resiko pembaca akan mengalaminya juga.
- Makanan tinggi kalsium, yang dikonsumsi terlalu sering
- Kelebihan berat badan atau obesitas, mengakibatkan pria kesulitan dalam menjalani perawatan medis untuk menyembuhkan kanker tersebut.
- Merokok
Bagaimana Ciri-ciri Kanker Prostat?
Gejala kanker
prostat umumnya belum terlihat pada tahap-tahap awal. Penderita akan
mendapatinya ketika prostat membengkak dan mempengaruhi kinerja uretra.
Ciri-ciri tersebut seperti:
- Sering buang air kecil di malam hari
- Keluarnya air kencing ketika penderita tertawa atau batuk
- Terasa nyeri ketika buang air kecil
- Tidak bisa kencing sambil berdiri
- Berkurangnya tekanan ketika mengeluarkan urine
- Kandung kemih terasa selalu penuh
- Terdapat darah pada urine atau air mani
- Disfungsi ereksi atau tidak dapat mempertahankan ereksi
Apabila kanker prostat telah memasuki stadium lanjut dan lebih parah, penderita akan mengalami gejala-gejala seperti:
- Nafsu makan berkurang
- Berat badan menurun drastis
- Mual dan muntah
- Kuantitas urine berkurang
- Konstipasi
- Kaki membengkak
- Tulang bagian paha, pinggul serta punggung terasa nyeri dan sakit
- Kelumpuhan atau kelemahan tubuh bagian bawah
Cara Diagnosis Kanker Prostat
Untuk memastikan
apakah pembaca terkena kanker prostat atau tidak, perlu dilakukan beberapa tes
dan pemeriksaan. Pemeriksaan yang umum dilakukan untuk mendiagnosis kanker
prostat adalah:
- Pemeriksaan colok dubur, oleh dokter dengan memasukkan jari yang terbungkus sarung tangan dan diolesi pelumas ke dalam rektum. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memeriksa kelenjar prostat yang ada di sebelah penyimpanan feses sementara (rektum). Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan apabila bentuk, ukuran dan tekstur kelenjar prostat abnormal.
- Tes darah atau PSA (Prostate-specific antigen). PSA yang dihasilkan kelenjar prostat cukup sedikit, namun akan bertambah sejalan dengan semakin tuanya usia seorang pria. Untuk mengecek kadarnya dan memastikan keberadaan sel-sel kanker prostat dalam PSA, penderita harus melakukan tes darah.
- Biopsi, yaitu pengambilan sampel/contoh sel prostat untuk diuji lebih lanjut.
- Tes lainnya, adalah MRI, CT-scan serta pemeriksaan tulang kalau sel-sel kanker telah menyebar ke jaringan tubuh lainnya.
Setelah pemeriksaan
dilakukan, dokter akan menentukan tahapan kanker prostat penderita untuk
mengetahui penanganan seperti apa yang tepat. Ada 4 tahapan atau stadium kanker
prostat, yakni:
- Stadium 1, tumor berukuran kecil masih bersemayam di kelenjar prostat
- Stadium 2, ukuran tumor semakin besar, namun masih berada di dalam kelenjar prostat
- Stadium 3, jaringan-jaringan di dekat kelenjar prostat, seperti uretra telah diserang sel-sel kanker
- Stadium 4, sel-sel kanker telah metastasis ke kandung kemih, rektum dan tulang

0 komentar:
Posting Komentar